BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Suaraindonesia1 - KADER NASDEM ASPIRASIKAN HAK RATUSAN WARGA GORONTALO DIRUGIKAN PERKEBUNAN SAWIT OKNUM. KADES SUKA MAJU AMBISI BELA PERUSAHAAN

Nampak pada gambar Samsudin Pipii seorang Kader Nasdem aspirasilan keresaham ratusan warga Desa Suka Maju soal persoalan Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Suka Maju yang selama ini sangat meresahkan Masyarakat.
(Foto Tim Skri Risman). 

Gorontalo, Suara Indonesia1.Com,
Ratusan warga Desa Suka Maju Kec Moootilango Kab Gorontalo kembali sangat diresahkan oleh Perusahaan Perkebunan kelapa Sawit. Sesuai hasil investigasi Tim wartawan di lapangan menyebutkan bahwa sedikitnya ratusan bahkan ribuan warga masyarakat di Provinsi Gorontalo selama ini sangat resah dan dirugikan oleh perusahaan perkebunan Kelapa Sawit. Pasalnya seperti yang dialami oleh ratusan warga. 




Untuk itu, Ratusan warga Desa Suka Maju menyampaikan aspirasinya melalui Samsudin Pipii seorang Kader Nasdem tentang perjanjian kontrak kontrak kerja sama (MOU) yakni soal bagi hasil 80 Persen dan 20 Persen antara perusahaan perkebunan kelapa Sawit  dengan masyarakat Petani. Sesuai perjanjian awal antara Perusahaan dan Masyarakat Petani selaku pemilik lahan, akan mendapat bagian hasil Panen 20 persen dari Perusahaan Perkebunan kelapa Sawit. Untuk itu masyarakat patani menagih janji perusahaan yang sejak bulan Pebruari 2019 mulai Panen Sawit tapi hingga kini sudah dua Tahun panen belum pernah dibayarkan kepada Petani. Olehnya puluhan warga nagi janji dan menuding perusahaan ingkar janji dan secara nyata telah merugikan rakyat. Untuk itu Samsudin Pipii mendesak kepada perusahaan agar segera bertanggung jawab umtuk membayar hak rakyat 20 persen dan apabila perusahaan tetap tidak mbayar hak rakyat, maka kasus ini dimintan agar segera diproses secara Hukum. Sebab rakyat saat ini diduga telah ditipu dan dirugikan Perusahaan.




Kades Suka Maju Halid Salehe ketika dikonfirmasi wartawan menegaskan bahwa perusahaan perkebunan Sawit dewasa ini telah mengalami  bangrut sehingga seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan terhenti dan ia membantah dituding bahwa kades hamya berpihak membela perusahaan hal itu sungguh tidak benar namun Kades Halid Salehe pada prinsipnya berkomitmen untuk tetap membela kepentingan rakyat. Lebih lanjut kades menegaskan saat  ini perusahaan telah terjadi peralihan perusahaanperusahaan.untuk itu sejumlah warga masyarakat petani meyesalkan saat ini perusahaan sudah ada peralihan dan sudah mulai ada kegiatan pekerjaan, tapi belum ada sosialisasi kepada Masyarakat.

 (Tim Skri Risman)
« PREV
NEXT »