SUARAINDINESIA1.com.
SUMBA TIMUR.
Semangat dan upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan bagi masyarakat petani khususnya di wilayah kabupaten Sumba Timur terpantau sangat baik.
Dari beberapa tahun terakhir ini bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsistan) sangat intensif di lakukan oleh Pemda Sumba Timur lewat Dinas pertanian.
Hari ini tanggal 15 Februari 2021, bertempat di halaman kantor Dinas Pertanian kembali dilakukan penyerahan Alsistan dalam acara tersebut Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbiliyora. Msi menyerahkannya secara simbolik kepada beberapa ketua kelompok yang mewakili semua kelompok penerima.
Ada beberapa jenis alat yang kali ini di serahkan kepada masing - masing kelompok, yaitu kepada para kelompok yang telah memasukkan permohonan lewat proposal, yaitu dengan masing - masing item :
Traktor besar 4 unit, Hand traktor 100 unit, Perontok padi 10 unit, Mesin Pompa air 60 unit, mesin kultivatur 10 unit, Mesin Giling Jagung 15 unit.
Kepala Dinas pertanian kabupaten Sumba Timur Oktavianus Mb. Muku, S.P, M.Si saat di temui usai acara tersebut beliau mengatakan bahwa pengadaan Alsintan ini sebetulnya adalah anggaran Tahun 2020 dan baru di bagikan saat ini.
Hari ini kami lakukan pembagian sesuai pengajuan proposal dari masing - masing kelompok tani.
Dan juga kami telah menyerahkan pupuk nonsubsidi kepada 173 kelompok tani dengan luas lahan 2820 ha sebanyak 424,5 ton di seluruh wilayah potensial.
Hal ini terus kami lakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada seluruh masyarakat petani agar semakin meningkatkan hasil pertanian, bicara pertanian tentu kita bicara tentang fasilitas - fasilitas pendukung yang terus - menerus kami tingkatkan dari tahun ke tahun, terlebih kita tahu situasi di masa pandemi Covid -19 ini tentu daya beli masyarakat sangat berkurang, harapannya dengan adanya atensi pemerintah lewat bantuan - bantuan semacam ini bisa meringankan beban saudara - saudara kita para petani, ungkapnya.
Dan kami perlu tegaskan juga bahwa semua jenis bantuan ini kami minta agar para ketua dan pengurus kelompok tidak menjadikan milik pribadi dengan kata lain mengunakannya secara sendiri - sendiri, kalau itu terjadi maka kami tidak segan - segan mengalihkan alat tersebut ke kelompok lain yang pengelolaannya baik dan benar, Kata bapak yang terlihat periang ini seraya meninggalkan kami menuju mobilnya.
Liputan Yakob konda.


