BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Suaraindonesia1 - Jika Aturan Bisa Dilanggar, Pasisa Jadilah Pemimpin Kami Sekali Lagi


Suaraindonesia1, Pohuwato - Pasisa, itulah panggilan akrab hampir seluruh lapisan masyarakat kepada sosok Syarif Mbuinga. Bupati Pohuwato dua periode yang akan mengakhiri masa jabatannya tak lama lagi. 

Saat bertemu dirinya pasti setiap orang akan merasa takjub dengan pembawaannya. Saat bertegur sapa pasti setiap orang akan merasakan kasih sayang dengan caranya. 

Caranya memperlakukan rakyatnya tanpa memandang latar belakang dan status sosial  yang ada. Baginya, semua sama. Duduk bersama, bercengkrama bersama, tertawa bersama. 

"Tawamu beri semangat, namun pergimu tinggalkan kesedihan"




Sedih itu merasuk hingga ke sanubari. Jika ada dua sepertimu, sisakan satu untuk memimpin lagi. Jika ada dua sepertimu, sisakan satu untuk kami rakyatmu. 

Rakyat yang mendambakan gaya kepemimpinanmu. Gayamu yang bersahaja, tuturmu yang bersahabat. 

"Jika aturan bisa dilanggar, jadilah pemimpin kami sekali lagi"

Ungkapan ini penuh dengan nada pengharapan, berharap dirimu terus bersama kami, kami rakyatmu. Rakyat yang engkau pimpin selama ini.

"Jikalau engkau bertanya kami itu siapa, itu sama halnya engkau bertanya Syarif itu dari siapa"

Dirimu adalah kami rakyatmu, dan rakyat adalah dirimu. Dirimu yang mampu menjadikan perbedaan menjadi satu, dan menyatukan semua dalam gambaran satu nama "Pohuwato".





"Pohuwato itu Syarif, dan Syarif milik Pohuwato"

Sedikit berlebihan saat berkata seperti itu, namun figurnya melekat kuat dimasyarakat, dan coretan tangannya meninggalkan bekas untuk anak cucu. 

Entah bagaimana perjalananmu kedepan, tetaplah ingat kami. Kepemimpinanmu menjadi panutan, dan caramu menjadi teladan generasi Pohuwato. 

"Lanjutkan perjalanan, ada kami untuk Pasisa, dan ada harapan untuk sebuah asa"

"Amiyatiya Mololo otolamu".

Penulis : Abd/Rakyat jelata
« PREV
NEXT »