SUARA INDONESIA1.COM SUMBA TIMUR.
Hama belalang saat ini Terlihat di beberapa wilayah kecamatan Kambera Kelurahan Wangga, hama pemakan daun - daunan ini menyerang tanaman warga seperti jagung dan padi dll.
(07/02/2021)
Hampir satu tahun terakhir ini Sumba Timur menjadi daerah sasaran serangga yang sangat menjadi momok menakutkan bagi para petani.
Upaya Pemerintah Kabupaten Sumba Timur lewat Dinas Pertanian sangat kewalahan dalam menggendalikan serangan hama ini, walau sudah banyak tindakan yang dilakukan seperti menyemprotnya mengunakan pestisida.
kami sangat kewalahan sekali karena banyak wilayah yang serang medannya sulit di jangkau dengan kendaraan operasional yang membawa logistik seperti alat - alat semprot dan obat - obatan.
Dan juga wilayah atau padang luas yang jauh dari pemukiman dan pantauan maka di sanalah hama ini berkembang biak Kata seorang petugas yang di temui di lapangan saat mereka melakukan upaya pengendalian mengunakan alat sprayer.
Terpantau belalang ini berawal dari wilayah bagian timur seperti kecamatan Paberiwai dan beberapa Kecamatan lainnya tahun lalu sekitar bulan februari 2020.
Dan saat ini belalang ini sudah invasi ke wilayah barat yaitu sebagian wilayah kecamatan Katala Hamu Lingu dan Kecamatan Nggaha Ori Angu. dan bukan tidak mungkin kecamatan Lewa yang adalah kecamatan tetangga akan menjadi wilayah yang akan di lewati.
Kami sangat resah dan khawatir sekali dengan adanya ancaman hama ini, berutung tanaman jagung saat ini sudah mulai di panen walau masih banyak juga yang masih muda,
Dan yang menakutkan kami adalah ancaman terhadap tanaman padi yang sekarang sedang di tanam di wilayah kecamatan Lewa, kata Jhon Pombu Ngadu Homba (42) warga desa Kambata Wundut.
Kami sangat mengharapkan bantuan pengendalian dari pemerintah karena tanaman padi dan jagung ini adalah tanaman unggulan dan andalan kami, kalau tanaman ini rusak maka ancaman rawan pangan akan melanda warga dan masyarakat kami, tambahnya.
Belalang kembara dikenal dengan nama latin Locusta migratoria manilensis Meyen.
Belalang ini merupakan satu-satunya spesies belalang yang mengalami fase transformasi dari 51 spesies anggota famili Acrididae, tercatat sebagai hama di Indonesia dan dapat menyerang hampir seluruh tanaman hortikultura.
Belalang kembara diketahui mempunyai tiga fase populasi yang sangat khas. Yang pertama fase soliter, yaitu ketika belalang berada dalam populasi rendah di suatu hamparan sehingga mereka cenderung mempunyai perilaku individual.
Dalam fase ini belalang kembara bukanlah hama yang merusak karena populasinya berada di bawah ambang luka ekonomi dan perilakunya tidak rakus. Tahap berikutnya fase transisi (transient), yaitu ketika populasi belalang sudah cukup tinggi dan mulai membentuk kelompok-kelompok kecil. Fase ini perlu diwaspadai karena apabila kondisi lingkungan mendukung maka akan membentuk fase gregarius, yaitu ketika kelompok-kelompok belalang telah bergabung dan membentuk gerombolan besar yang sangat merusak. Pada keadaan ini belalang kembara menjadi lebih agresif dan rakus sehingga setiap areal pertanian yang dilewatinya mengalami kerusakan total (Sosromarsono, 1998).
Perilaku hama belalang kembara diketahui berhubungan dengan pola iklim dan curah hujan. Kekeringan identik sebagai ciri umum tahun belalang kembara.(sumber Babel litbang pertanian. go id)
Liputan Yakob Konda.


