Suaraindonesia1 - Refli Basir : Pertanian Keluarga Untuk Jaga Ketahanan Pangan



Suaraindonesia1, Pohuwato - Melalui program pertanian keluarga "Family Farming" yang memiliki peran besar demi ketersediaan pangan, maka Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato, menggelar pertemuan bersama keluarga-keluarga tani yang mengikuti program ini. 

Program ini menurut Kepala Dinas (Kadis) Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno AP. M. Si, dimulai pada tahun 2020, dan untuk tahun 2021 ini ada dua desa di Kabupaten Pohuwato yang akan menjadi sasaran program. 

"Di Provinsi Gorontalo ini mulai tahun 2020 kami sudah melaksanakan ada dua kelompok di Gorontalo utara, dan tahun ini ada dua kelompok di Kabupaten Pohuwato, yakni di Desa Padengo dan Desa Manunggal Karya," ujarnya. 

"Kenapa di Pohuwato, karena berdasarkan peta kerentanan pangan dan ketahanan pangan secara Nasional pada 2019, Pohuwato itu termasuk daerah yang masih rawan pangan," jelas Sutrisno. 

Untuk itu, melalui program ini Sutrisno berharap agar daerah yang awalnya rawan menjadi tahan sesuai kriteria penilaian, rawan, sangat rawan, agak rawan, agak tahan, tahan, sangat tahan. 

"Program ini awalnya untuk memantapkan daerah yang awalnya rawan menjadi tahan, dan Pohuwato secara nasional masih rawan, sehingga perlu intervensi dari program ini. Agar desa yang ada menjadi desa yang mandiri pangan," harap Sutrisno. 
 
Senada dengan hal itu, Kadis Pangan Kabupaten Pohuwato, Refli Basir, mengajak kepada kelompok masyarakat keluarga tani agar program tersebut dapat terus berkelanjutan. 

"Semoga terus berkelanjutan dan berkesinambungan, dan tidak hanya di Kecamatan Dengilo dan Kecamatan Randangan saja, namun tentunya disemua Kecamatan yang lainnya," tutur Refli, saat memberikan sambutan dalam kegiatan ini. 

"Tentunya kedepan sangat diharapkan keberhasilan dari Program ini, namun semua harus dilaksanakan dengan penuh kepedulian dan keseriusan," pungkas Refli. 

Abd. Azis