MENGAKU MEMBERI PROYEK MINTA JATAH PENGKONDISIAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH DI TRANGKIL.




Pati, SuaraIndonesia1.Terkait pelaksanaan program P3A-TGAI yang ada di Desa Rejoagung terjawab sudah apa yang selama ini menjadi rumor di masyarakat khususnya Desa Rejoagung Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati.


Program yang seharusnya bisa membuat masyarakat Desa menjadi senang justru malah di manfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadinya yang sangat merugikan masyarakat sekitar.


Pelaksanaan yang seharusnya di kerjakan secara swakelola,dan mengunakan tenaga dari masyarakat setempat justru malah di manfaatkan orang luar desa.Anjar warga Desa Tlutup Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati,yang disinyalir memborong pekerjaan saat dikonfirmasi 23/7/2021 di kediamannya menjelaskan"memang benar saya yang mengerjakan karena waktu pengajuan saya yang mengajukan dan selain itu saya juga ada kedekatan hubungan keluarga dengan Kepala Desa Rejoagung."


Semua yang mengerjakan memang saya karena saya juga ada komitmen untuk yang mengasih proyek,bahkan saya harus mengkondisikan  kurang lebih 30%/sekitar 60 juta.dari jumlah anggaran 195 juta ,untuk kepala desa dan perangkat sekaligus pemberi proyek.


Kesempatan empuk yang di lakukan oleh para oknum tersebut membuat kualitas tak sesui standarisasi dan penuh manipulasi,karena semua Anggara harus terperinci sesui jumlah anggaran yang di terima.bahkan  uang yang di keluarkan untuk memenuhi permintaan para pemberi proyek  tidak bisa masuk dalam pengeluaran dan tidak dapat di masukkan dalam laporan pertanggungjawaban.


Salah satu aktivis Murcahyo,S. SH dari LSM KPMP  (Komando Pejuang Merah Putih)Jawa tengah akan menindak lanjuti terkait  semua temuan yang ada,dan akan di koordinasikan dengan pihak pihak terkait yang membidangi .jangan sampai uang Negara di jadikan ajang untuk meraup keuntungan pribadi.(tr)