LPKNI Kecam Cerobohnya Rilisan Berita Kominfo Terkait Korban Cabul Yang Identitasnya Jadi Viral



SuaraIndonesia1

Wonosobo--- Terkait Pemberitaan media Tentang Kunjungan Team dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) beberapa hari lalu, Dimana diberitakan juga korban pencabulan terhadap anak di bawah umur, keluarga Korban tidak terima atas pemberitaan tersebut, Rabu 22/09/2021.


Sebagai mana informasi yang disampaikan oleh pihak Pemerintah daerah kabupaten Tanggamus, melalui Humas Kominfo, dengan rilisan berita dan bahkan di unggah di akun Facebook Pemkab Tanggamus yakni terkait kunjungan team YJI yang salah satunya merupakan korban pencabulan, Namun dalam berita tersebut Privasi dan Kerahasiaan identitas korban diduga bukan dilindungi justru malah disebar luaskan. Hal tersebut sangat disesalkan oleh pihak keluarga Korban.


"Iya mas,, waduh,,,,, 

Ini bagaimana, disitu saya baca juga, kenapa kok nama anak saya sangat jelas, nama suami saya,dan nama saya sendiri juga. Bahkan alamat sangat lengkap.

(Piye to, opo orak mikir masa depan anak kami). Kami malu mas, terus gimana nanti kalo anak saya membaca juga berita itu. Pokoknya suruh stop aja beritanya,dan bagaimana caranya agar ini bisa pulih lagi".tegas sang ibu.


Di lain waktu awak media meminta tanggapan terkait Viralnya berita tersebut kepada ketua lembaga perlindungan konsumen Nusantara Indonesia(LPKNI) DPD kab Tanggamus yaitu Bp Yuliar via telepon. Beliau sangat menyesalkan atas cerebohnya Kominfo membuat berita dengan mengabaikan kode etik, dan tanpa meralat lagi meskipun sudah di ingatkan sebelumnya.


" Saya sudah menduga sebelumnya bahwa ini akan membuat salah satu pihak merasa dirugikan atas pemberitaan ini, terus terang begitu rilis Kominfo pertama ada saya langsung ingatkan hal itu,bahkan sempat sedikit heboh digrup Kominfo. Dan juga di medsos yaitu FB akun pemkab juga saya kecam. Namun apa dikata, saran saya mereka(Kominfo) abaikan."ungkapnya.

(Yar).