Anak Penderita Tumor Ganas di Waropen Butuh Uluran Tangan.



Waropen-Suaraindonesia1.com, Kondisi anak penderita tumor ganas asal Kampung Tatamiri Distrik Oudate Kabupaten Waropen saat ini makin memprihatinkan. Setelah diketahui menderita penyakit tumor ganas. Keluarganya mengharapkan uluran tangan untuk membantu biaya pengobatan.


Anak malang ini bernama Benyamin Isak Aidevo umur 2 tahun putra dari pasangan Sadrak Aidevo dan Sarlota Moreni. Penyakit ganas ini mulai terlihat setelah anak berusia 1 tahun, akan tetapi karena kondisi keluarga kurang mampu sehingga upaya pengobatan tidak pernah dilakukan secara maksimal.


Munculnya kasus anak penderita tumor ganas ini setelah adanya kegiatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Waropen dan ditemukan seorang anak menderita tumor ganas dan membutuhkan pengobatan maksimal. 


Hasil pemeriksaan dokter, Benyamin mengidap penyakit tumor ganas dari situ upaya-upaya pengobatan Benyamin ke rumah sakit yang lebih bagus direncanakan. Akan tetapi karena kondisi keluarganya yang kurang mampu, keluarga si anak memohon uluran tangan dari semua pihak untung memudahkan proses pengobatan Benyamin. 


Saat ditemui keluarganya ibu anak tersebut hanya dapat merenung atas kondisi yang dialami anaknya. Upaya pengobatan yang selama ini dilakukan sangat terbatas dikarenakan kondisi ekonomi keluarga. Maka dengan itu keluarga melalui ibu anak tersebut memohon adanya bantuan untuk keluarga.


"Kami berharap ada donatur yang bisa membantu anak kami dalam proses pengobatan karena kami tidak punya uang"pinta Sarlota sembari meneteskan air mata di depan awak media/wartawan yang hadir. Selasa,(23/05/2023)


Untuk diketahui anak Benyamin direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Biak, hal itu disampaikan keluarga dan petugas medis di Puskesmas Botawa yang direncanakan hari kamis, 25 Mei 2023 Benyamin sudah diberangkatkan ke Biak.


Melihat kondisi anak tersebut, keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah daerah waropen dan donatur yang bisa membantu dalam proses pengobatan Benyamin.


Jurnalis: Mochtar