Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Moso, S.Sos, M.M Hadiri Acara Ultah Pewarna ke 10th




Jakarta, suaraindonesia1, Merayakan ulang tahun ke 10 yang dilaksankan di gedung DPR MPR RI Nusantara V, turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos.,M.M. Senin (31/07/23)


Dalam pidatonya mengatakan bahwa Papua adalah miniatur Indonesia, karena disana ada berbagai macam suku dan agama sehingga di Papua telah dibangun rumah ke Bhinekaan.


Pemerintah menjamin akan mewujudkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan demi keberlangsungan kehidupan masyarakat khususnya Papua.


Kabupaten Sorong adalah salah satu kabupaten di Propinsi Papua Barat daya yang dalam sejarahnya adalah kabupaten tertua. Kabupaten ini telah melahirkan enam kabupaten kota dan telah diletakkan fondasi pemerintahan yang baik.


Generasi kepemimpinan saat ini, kita harus membangun dan mewujudkan guna merjut dan memelihara nilai-nilai ke Bhinekaan, toleransi dan kerukunan.


Nilai- nilai toleransi itu adalah satu budaya gaya hidup bangsa kita dari sejak bangsa ini didirikan tokoh fonding father kita.

Kita generasi muda, hari ini harus mengisi dengan pembangunan, dan melanjutkan cita-cita negara untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Ini adalah salah satu pencapaian dan perlu kita lanjutkan dari cita-cita Soekarno Hatta bahwa Papua dan Kabupaten Sorong itu adalah miniaturnya Indonesia, jadi harus dibangun kebhinekaan.


Kita beri apresiasi kepada Pewarna karena mewujudkan kegiatan yang penting dan strategis untuk menyatukan teman-teman seprofesi Jurnalis Nasrani melalui suatu wadah Perwarna sesuai dengan namanya.


Pewarna itu memberi warna dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai suku bangsa menyatukan dalam satu wadah bangsa Indonesia.


Jadi pewarna diharapkan mampu menjadi corong bagi jurnalis yang memberikan kecerdasan kepada masyarakat Indonesia dan Pancasila menjadi rumah kita semua, yang mengisi dan tinggal di rumah Pancasila ini.


Di kabupaten Sorong Barat ini ada enam agama yang diakui oleh negara tapi mereka dapat hidup berdampingan rukun dan damai, saling menghormati dan bertoleransi serta harmonis.


Agama diibaratkan satu tungku 3 batu walaupun dengan keyakinan yang berbeda-beda tetapi memiliki satu Tuhan. Sebagai negara kita harus mewujudkan Indonesia itu dalam satu wadah Pancasila. Jadi kita memiliki satu rumah Pancasila, sama-sama seperti kita di manapun juga diterima. Kita pun di Sorong menerima semua warga negara Indonesia dalam rumah Pancasila. Jurnalis pewarna harus menjadi Garda terdepan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan yang rukun dan damai dalam satu visi bersama bahwa wartawan Nasrani ini menjadi bagian dari anak bangsa yang ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa negara, warga kesatuan Republik Indonesia.


Kita adalah bangsa yang berbeda-beda suku agama ras tetapi bisa hidup berdampingan. Perbedaan itu adalah kekayaan kekuatan kita karena pemimpin-pemimpin kita dari dulu sampai sekarang telah meletakkan dasar-dasar yang kuat. Kita sebagai generasi muda harus melanjutkan , mewujudkan kesejahteraan kesatuan dan kemakmuran dan itu yang harus kita wujudkan sekarang.


Sudah ada program pemerintah yaitu, Kampung terang, Kampung pintar, Kampung bicara, Kampung telekomunikasi, semua sudah terjangkau. Papua itu benar-benar merupakan miniatur bangsa sejati.


Mengenai kemiskinan di Indonesia ini masih relatif normatif artinya masih ada kantong-kantong kemiskinan yang ada di seluruh Indonesia. Kita harus meningkatkan income perkapita.


Kampung sudah ada listriknya, Kampung pintar, Kampung telekomunikasi, Kampung bicara dan semuanya sudah terjangkau di Papua. Jadi dipastikan kesejahteraan itu masih normatif, dan semua kebijakan harus pro kepada rakyat. Perlu komitmen pemimpin karena kantong-kantong kemiskinan itu masih ada.


Bangsa ini membangun lapangan kerja dan investasi supaya pendapatan atau income perkapitanya semakin meningkat.


“Mengenai infrastruktur sudah menjangkau hampir ke semua wilayah yang tidak terjangkau, melihat dari yang tidak dilihat, dari kampung ke kampung dari kota ke kota pembangunan jalan dan jembatan hampir sudah merata. Itu semua untuk mewujudkan cita-cita negara, membobolisasi manusia, barang dan jasa, supaya pertumbuhan kesejahteraan, ekonomi sesuai harapan masyarakat,” tutup Yan Piet Moso mengakhiri wawancaranya.



Report, Jerry patty