ALOKASI DANA DESA ADALAH "": SLOGAN "" IMPLEMENTASI DI MASYARAKAT TIDAK SESUAI ." Ini Kata Kepala Dinas PMD



Totok - Suaraindonesia1, Memasuki bulan januari tahun 2024 awal bulan pemberdayaan fisik pada masyarakat penerima manfaat desa Totok kecamatan Loura menjadi crucial ditengah masyarakat penerima manfaat


Crucial tersebut ditengah masyarakat penerima manfaat yang dihimpun awak media dari sejumlah penerima manfaat ternak kambing,WC sehat dan Bak PAH adalah mengeluh dan mempertanyakan kejelasan tentang anggaran masing-masing fisik sesuai RAB 2023 seperti unit WC sehat pihak penerima hanya menerima dan mengerjakan apa yang menjadi perintah penjabat desa dan apa lagi yang dikatakan anggaran keseluruhan unit bantuan sama sekali tidak diberitahu sehinggah berjalannya pelaksanaan masyarakat keluhkan dan pertanyakan jumlah satuan harga satu unit WC sehat , upah tukang , kejelasan perbelanjaan bahan , Sama halnya dengan beberapa penerima manfaat bak PAH dimana penerima manfaat pertanyakan harga satuan unit bak PAH sesuai RAB dan upah tukang , papar penerima manfaat .



Berdasarkan hasil infestigasi lapangan awak media belum lama ini pada beberapa masyarakat penerima manfaat menyebutkan bahwa seperti unit WC pihak penerima mengerjakan sesuai apa yang disampaikan perangkat desa tanpa memberitahu kejelasan harga satuan atau pagu dana keseluruhan satu unit WC maupun unit PAH hinggah pada Upah tukang sesuai RAB , ungkap pihak penerima manfaat dan juga beberapa masyarakat penerima manfaat ternak kambing menyampaikan serta mengeluh bahwa mestinya yang dibagikan adalah ternak kambing , bukan dengan uang yang dibagikan kepada kami yang berawal dari 450-500-600 hinggah 700 ribu  , Namun sangat aneh dan disayangkan serta heran bahwa pemerintah desa totok melakukan pembagian seperti ini . Pertanyaannya Apakah sudah merupakan bagian dari dan aturan pemerintah khususnya dinas terkait ? Keluh bebrapa penerima manfaat .


Dari beberapa point keluhan penerima manfaat dan ketika awak media mengklarifikasi dugaan kejanggalan tersebut pada Bani Kappe sebagai kepala dusun dua desa totok , kepala dusun membenarkan serta menjelaskan bahwa benar uang yang kami berikan kepada pihak penerima ternak kambing walau target berbeda serta kaitan unit wc maupun unit bak PAH saya tidak tahu berapa anggaran keseluruhan baik wc maupun bak PAH serta upah tukang dimana kalau pihak penerima pertanyakan sama sekali saya tidak dapat tahu serta baru tahun ini ketika tersalur bantuan fisik yang lahir dari tubuh Alokasi Dana Desa 2023 toh beras satu potong disertakan dan saya akan tanyakan kejelasannya pada sekdes ,ungkapnya dengan raud wajah ketakutan .



Juga salah satu penerima manfaat yang dimintai keterangannya saat mengerjakan unit WC sehat menyampaikan bahwa tadinya penjabat desa datang dan menyampaikan agar secepatnya diselesaikan serta menyebutkan bahwa anggaran satu unit WC sebesar tujuh juta -ongkos tukang satu juta lima ratus sedangkan untuk bak PAH anggarannya sepuluh juta dengan ongkos tukang dua juta dan adapun kesisahan uang persiapan untuk yang lain jika masih ada yang belum terpenuhi , jelas penerima kepada media . 


Paulus R.Pala sebagai PJ desa totok yang disambangii awak media dikediamannya tertanggal 13 januari 2024 kaitan data lapangan mulai dari penganggaran WC,Bak PAH maupun penganggaran 80 ekor ternak kambing yang diperuntukan bagi empat dusun , PJ desa totok  menyampaikan bahwa sebagai PJ dirinya sudah melakukan pembagian uang kambing kepada sejumlah penerima manfaat dan kaitan dengan Bak PAH dan WC Penjabat dengan tidak cermat menjawab " bagaimana pak wartawan dapat tanyakan saya tentang anggaran satu unit Bak maupun unit WC ,  maksudnya ditanyakan ada apa sebenarnya dan apakah ada masalah dilapangan kah  ? kata penjabat desa  " . Serta penjabat desa meminta apa fokus utama persoalan lapangan tentang beberapa fisik tersebut  !

Selanjut Penjabat menjelaskan bahwa kalau masalah kambing bahwa dirinya sebagai penjabat desa sudah perintahkan perangkatnya pada masing-masing dusun untuk beli kambing dan kemudiannya dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat  . Dan kaitan unit Bak PAH maupun WC sehat , persoalannya dimana ! sementara masih dalam proses pelaksanaan dan juga belum selesai toh sudah bermasalah , bagaimana sebenarnya serta saya akan melakukan crosscek dan siapa penerima manfaat yang infokan kepada media  ?  ungkap  heran seorang penjabat desa dan juga dijelaskan bahwa ukuran satu unit Bak PAH sebesar 2x2 serta untuk WC berukuran satu setengah X satu setengah dan adapun penyampaian tadi kaitan dengan beras ya kalau di RAB tidak ada , dan ini kebijakan perangkat dan saya akan panggil perangkat yang menangani ,  ungkapnya .


Dikatakan pula bahwa kemarinnya kami sudah beli kambing dan berikan kepada setiap penerima manfaat  dan apakah ada penerima manfaat kambing yang terima uang   ?  tanya penjabat kepada media serta saya akan lakukan crosscek dilapangan dan kalau terjadi seperti itu uangnya dikembalikan saja agar diberikan kambing , serta ditanyakan pagu masing-masing penganggaran pengadaan seorang Penjabat Desa mentertawakan pertanyaan seolah menganggap biasa-biasa serta menyampaikan bahwa dirinya sudah digantikan oleh penjabat yang baru , sebutnya .


Dengan hasil investigasi lapangan media yang menjadi crucial terutama tentang anggaran tahun 2023 yang lahir dari tubuh Alokasi Dana Desa, Simon Lende sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tingkat kabupaten SBD yang dimintai tanggapannya via telepon tertanggal 15 januari 2024 dalam tanggapannya menyampaikan jika ada persoalan seperti itu agar masyarakat penerima manfaat yang merasa dirugikan baik dari penerima  bak PAH,WC dan ternak kambing agar mereka mengadu di inspektorat karena kami juga belum tahu persoalannya sambil kami panggil penjabatnya dengan surat res.i dari pengadu dan juga biar tidak dengan surat yang pentingnya pihak yang dirugikan datang mengadu dalam hal ini berapa nilai yang sebenarnya di RAB , berapa yang diterima dan berapa yang dipakai oleh oknum , ungkapnya singkat .......Eman/Tibo .