Puluhan Emak-emak Gelar Aksi Damai Warga Korban Penggusuran Non Tol Pramuka Didepan Gerbang PN Jakarta Pusat



Jakarta, suaraindonesia1.com

Aksi demo yang berlangsung didepan pintu gerbang pengadilan negeri Jakarta Pusat dijaga ketat oleh anggota kepolisian dari Polres Jakarta Pusat.


Para pendemo menuntut penetapan hak konsiyasi atas lahan Verponding nomor 1815 seluas 32000 m2, milik ahli waris Da'am bin Nasairin yang terkena proyek pembangunan jalan Fly Over Non Tol di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Pramuka Jakarta Pusat."



Pantauan, Awak media walau diguyur hujan peserta aksi demo yang didominasi para emak-emak berjoged mengikuti irama musik dari sound yang berada di atas mobil dengan 

dan membawa alat peraga demo mereka tetap melakukan orasinya demi menuntut keadilan.


Sehingga, aksi tersebut menjadi pusat perhatian para pengendara bermotor yang sedang melintas didepan kantor pengadilan negeri Jakarta Pusat pada Selasa (6/2/2024).


Alfian Safri, SH.,MH selaku ketua tim Kuasa hukum ahli waris Da'am bin Nasairin mengatakan kedatangan kami ke pengadilan negeri Jakarta Pusat, yaitu mengawal klien kita berkaitan permohonan surat yang telah kami layangkan sebanyak 2 kali ditujukan kepada PN Jakarta Pusat.


Dalam hal konsiyasi/ganti rugi pemakaian lahan atas lahan Verponding nomor 1815 seluas 32000 m2, milik ahli waris Da'am bin Nasairin (Alm) yang terkena proyek pembangunan Jalan Fly Over Nontol di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Pramuka Jakarta Pusat." Kata Alfian dalam konferensi pers di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Selasa (6/2/2024).


Alfian menambahkan Perwakilan PN Jakarta Pusat, "hanya memberikan selebaran surat pemberitahuan yang diberikan pada kami selaku kuasa hukum. Namun, kata Alfian, Ini adalah surat pemberitahuan yang tidak palit sehingga tidak dapat dimengerti oleh Ahli waris Daam bin Nasairin."


Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum bersama ahli waris Da'am bin Nasairin yang terkena proyek pembangunan Jalan Fly Over Nontol

menggelar demo aksi damai didepan pintu gerbang Pengadilan Negeri (PN) guna menuntut keadilan kepada kepala pengadilan Negeri Jakarta pusat, tegasnya.



Report, Jerry patty