Tiga Tahun SMA Wailagira Ujian Akhir Sekolah Menggunakan Aplikasi Android Untuk Kelas XII




SBD suaraindonesia 1 selasa 23 April 2024 media telah melakukan peliputan pada sekolah SMA Wailangira yang terletak didesa Wallandimu kecamatan kodi Bangedo dengan perbatasan langsung dengan Kodi Balghar kab.Sumba Barat daya prov.Nusa Tenggarah Timur

menurut tuturan kepsek bahwa pelaksanaan ujian akhir sekolah  berbasis android  untuk kelas XII sudah sejak dari Tahun 2022 sampai sekarang 2024 arti sudah tiga tahun pelaksanaan ujian berbasis android tersebut dan tak memeliki kendala apapun kecuali kalau Lestrik mati maka otomatis jaringan pun akan lemah,menurut kepsek Petrus Wungo,S.Pd 


Lanjut Kepsek bahkan bukan saat kelas XII saja yang melaksanakan ujian berbasis android bahkan di ujian tengah semester dan ujian  akhir semester pun untuk kelas X dan XI sudah kita laksanakan sejak siswa kelas X sampai mereka kelas XII sekarang tutur kepsek petrus wungo 


 Hasil  wawancara beberapa siswa kelas XII oleh media ini seperti siswa  Novria dendo Ngara putri kades Wallandimu dan  kamil salah satu siswa  dari pulau flores mereka merasa senang dan bahagia datang sekolah  di pulau Sumba khusus di SMA Wailangira ini  yang pada saat dia lagi ikuti ujian akhir sekolah,kamil melanjut dari perbincangan dengan media bahwa bukan kali ini saja kami menggunakan media online melainkan ujian semester berbasis android dengan bentuk Google Format sudah sejak dari kelas Kelas X tuturnya ,kami sebenarnya merasa berpengalaman si ketika kami bermulai sekolah dari kelas X sampai kelas XII bisa menikmati yang nama nya dunia maya yakni berbasis teknologi tersebut dan ketika kami kuliah kami pun tidak heran ketika mengijak kaki ke bangku kuliah tutur beberapa siswa SMA Wailangira selain adik kamik yang dari pulau Flores 


  Media ini juga mewancarai beberapa Guru diantaranya ketua Panitia ujian akhri sekolah seperti Marthen Jaka Mere.S.i.Kom dan Ibu Rambu Royana Ngongo,S.Pdk.MTh,Dominggus Mone.SH.M.Pd.Gr ,Yakup Pandi.S.Pd.Bernardus Bengedo Ole.S.Pd.Paulus Ndara palla .S.Pd ,wali .S.Pd.Dkk nya mereka saling membahu demi kemajuan sekolah dan  merasa  sebagai stap pendidik harus berjiwa semangat dalam mengembangkan sistem kurikulum dan menjawab kurikulum yang berbasis teknologi ,tutur beberapa guru yang walaupun kami sekolah di udik tapi kami tidak benaran udik tetap tidak kalah  bersaing dengan sekolah-sekolah paporit di kota-kota besar itu lah mimpi kami tapi jadi kenyataan sehingga mampu mengapai program kurikulum moderen,kami siap berkompotensi diberbagai inovasi kependidikan sehingga sekolah kami  bisa mencetak gerasi muda dan anak bangsa yang mampu menghadapi tantangan global yang semakin maju terus tanpa putus asa dalam mengabdikan  ilmu kami di SMA Wailangira 


 Kepsek Petrus Wungo .S.Pd menambahkan  jika masyarakat disekitar Sumba Barat Daya maupun luar Daerah jangan ragu untuk menimbah ilmu disekolah kami karena sekolah kami adalah sekolah yang nasinalis,toleransi yang tinggi serta saling membahu satu sama lain dan saling menasiati antara satu sama lain diantara staf pengajar kerana kualitas pendidikan yang kami utamakan  di SMA kami tutur kepsek SMA Wailangira


Mengingat dunia kependidikan di indonesia selalu berubah seperti masa kini Permendikbudristek tersebut berlaku sejak 28 April 2022, Penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada Kurikulum Merdeka masih menjadi topik hangat dalam dunia pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun pendidikan yang lebih menyenangkan dan berbasis kompetensi serta karakter. Kurikulum Merdeka menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan Indonesia, dengan mengubah sistem penilaian yang biasanya berorientasi pada pencapaian nilai tinggi, menjadi penilaian berbasis kompetensi dan pengembangan karakter.

Dalam Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022, disebutkan bahwa penilaian pada pendidikan dasar dan menengah harus berbasis kompetensi dan pengembangan karakter. Artinya, penilaian tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, namun juga memperhatikan aspek non-akademik seperti kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal. Dalam hal ini, USBN dianggap tidak relevan dengan pendekatan penilaian berbasis kompetensi dan karakter yang diusung oleh Kurikulum Merdeka,dari presfektip inilah SMA Wailangira menjadikan topik terpesona dengan perkembangan pendidikkan sesuai dengan kebutuhan masa kini (Tibo,Gus)