Pungli Meraja Lela Di Proyek Program Pembubuatan Sertifikat Sistim PTSL Diduga Ada Oknum BPN Yang Bermain Mata.



Jambi - Sarolangun, SuaraIndonesia1.com Pemerintah Pusat Melaluai Badan Pertanahan Nasinal Di tahun 2024 Telah Meluncurkan Proyek Pembuatan Sertifikat Untuk Lahan tanah  Perkebunan,pertanian dan perumahasn Dengan Sistim Pendaftaran Tanah sestimatis Lansung ( PTSL ) sipat nya subsidi.



Provinsi Jambi,sumatra selatan,Lampung Bengkulu dan Kalimatan Selatan, adalah termasuk dalam surat kesepakatan bersama tiga mentri yaitu, ATR/BPN,Medagri dan mentri pemerdyaan masyarakat desa ,telah menetapkan wilyah ini bahagian  Katagri 4 artinya sudah pinal dan tidak bisa diganggu gugatkan dengasn cara apapun.


Dengan ketentuan  Penetia pelaksana yang di SK kan oleh Kepala desa setempat,boleh memungut biaya Rp 200,000.- kepada masyakat yang membuat sertifikat program pendaftaran tanah sestimatis langsung (PTSL). 


Adapun dana Rp 200,000,- itu kegunanaan nya untuk biaya operasianal panitia  pelaksana sepert : 

- Ketua Penitia

- Sekrataris

- Bendaha 

  beli materai serta map dan lain - 

  lain nya.


Bukan untuk Oknum tukang ukur dari BPN atau pihak ke tiga,karena pihak tersebut sudah di bayar gaji nya dengan uang negara .


Jum'at 24 - mai - 2024 sekitar jam 16:20 wib awak media ini mencoba mendatangi,mengkonfirmasi langsug kepala desa Pelawan jaya(Nando) Kecamatan Pelawan,Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dirumah kediaman nya , terakait isu yang berkembang dari warga , bahwa ada pungutan dana pembuatan sertifikat program 'PTSL'  sebesar Rp 500,000,- .


Kepala desa Pelawan jaya (Namdo) menerangkan dana yang dipungut Rp 500,000,- Serta 10 buah matrai kepada yang menbuat sertifikat tersebut sebanyak , berkisar 70 porsil itu adalah hasil musawarah kami dengan warga terang nya kepada awak media.


Kalau dana Rp 200.000.- dari ketentuan SKB.3 mentri itu , jelas tidak mencukupi kata Kepala desa(Nando)untuk biaya overasinalnya.


Dikerna kan panitia serta tukang ukur dari BPN sarolangun tetap harus kami kasih uang untuk transfortasi/minyak bensin ,makan dan manum tetmasuk beli rokok nya tidak mungkin tidak kami  kasih kerna dia susah payah bekerja melayani warga ungkap nya kepada awak media ini.


Keterangan  terahkir Kepala Desa Pelawan Jaya (Nando)  kepada awak media,dalam waktu dekat ini  akan mengadakan Rapat dengan panitia  sama warga yang terjaring dalam dalam pembuatan sertifikat program PTSL.


Serta akan membatalkan dalam pembuatan sertifikat progaram PTSL untuk warga nya , dan akan dikembalikan lagi berkas surat - surat tanah nya.


Dikernakan ada warga yang melapor hal baiaya tersebut kepda wartawan sehingga timbul,kritikan seperti ini,ungkap nya kepada awak media.




Pewarta : Depi Afrizal.