SUARAINDONESIA1.COM---Warga Desa Homba Karipit, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelaksanaan Program Rumah Layak Huni (RLH) tahun 2024. Dari 15 unit yang direncanakan, hanya 12 unit yang terealisasi, sehingga 3 unit lainnya tidak terselesaikan.
Selain itu, warga juga mengeluhkan beberapa program lain yang belum terealisasi, seperti pengadaan meteran listrik sebanyak 20 unit dan water closet untuk kantor desa dengan biaya Rp 10.000.000. Padahal, Dana Desa (DD) tahap 1 sudah lama dicairkan.
Warga juga mendesak Pj. Kepala Desa Homba Karipit,Yohanis Dodok untuk membagikan pestisida seperti yang dijanjikan untuk membersihkan lahan kebun. Mereka merasa sangat menyayangkan sikap Pj. Kepala Desa yang terkesan diam dan tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2024, sehingga menimbulkan dugaan penyelewengan dana yang menyebabkan banyak program terbengkalai.
Warga berharap Pj. Kepala Desa dapat memberikan penjelasan dan transparansi terkait pengelolaan Dana Desa serta menyelesaikan program-program yang belum terealisasi.
**** SUARAAINDONESIA1.COM ****


