Gorontalo Utara — SuaraIndonesia1.com, Masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Moyonggo, Desa Ilotunggula, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, menyampaikan keluhan mendesak terkait kondisi sungai yang semakin dangkal dan menyempit. kondisi tersebut menyebabkan aliran air kerap meluap saat hujan deras, merendam rumah warga serta lahan pertanian, dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat di dua dusun.
Tokoh masyarakat setempat, Effendy Bone yang akrab disapa Pasisa, mengungkapkan bahwa banjir akibat luapan Sungai Moyonggo telah berulang kali terjadi sepanjang tahun ini.
“Setiap kali hujan deras, Sungai Moyonggo tidak mampu menampung debit air yang meningkat. akibatnya, sawah dan rumah masyarakat kembali terendam, bahkan menyebabkan kerugian jutaan rupiah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya normalisasi sungai merupakan kebutuhan mendesak untuk mencegah bencana serupa terus berulang.
“Kami sebagai tokoh masyarakat berharap agar instansi terkait segera melakukan normalisasi Sungai Moyonggo yang terletak di Desa Ilotunggula. upaya ini sangat penting agar air kembali mengalir dengan lancar dan tidak lagi merugikan warga,” tegas Effendy Bone.
Selain pengerukan dan pelebaran sungai, ia juga meminta agar dilakukan penguatan tanggul untuk meminimalkan risiko jebolnya tepian sungai saat debit air meningkat.
“Kami memohon perhatian dan keseriusan pemerintah serta instansi terkait. normalisasi sungai ini sangat mendesak demi keselamatan dan kenyamanan warga di dua dusun tersebut. langkah cepat berupa pengerukan, pelebaran, maupun penguatan tanggul sungai harus segera dilakukan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim hujan,” harapnya.
Masyarakat Ilotunggula berharap agar aspirasi ini segera direspons oleh pemerintah daerah sehingga kerugian yang dialami masyarakat tidak semakin meluas. dan juga berita ini di terbitkan menjadi harapan masyarakat agar dinas PUPR kabupaten gorontalo utara, khususnya kadis PUPR hal ini tersebut di jadikan usulan prioritas.




