Boalemo – SuaraIndonesia1.com, Sebanyak 81 mahasiswa baru Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ichsan Boalemo mengikuti pertemuan perdana bersama Rektor, Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si, dan para dosen dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung di gedung kampus ITB Ichsan Boalemo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Sabtu (27/9/2025).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus motivasi bagi seluruh mahasiswa baru agar bersungguh-sungguh menempuh pendidikan tinggi.
“Para mahasiswa yang saya hormati, selamat datang di kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ichsan Boalemo. Mulai hari ini kalian menjadi bagian dari keluarga besar ITB Ichsan Boalemo,” ujar Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si mengawali arahannya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya keseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Menurutnya, kuliah bukan sekadar mencari ijazah, melainkan untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Saya tidak menginginkan mahasiswa di ITB Boalemo hanya sekadar mengejar ijazah. Yang kita harapkan adalah adanya perubahan, adanya ilmu yang bisa diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupan. Ibaratnya, hari ini pembantu sopir, besok harus sudah menjadi sopir, dan ke depan harus memiliki mobil sendiri. Artinya, kuliah adalah upaya untuk memperbaiki karier, dari yang biasa menjadi luar biasa. Itulah yang kita inginkan di kampus ini,” jelasnya.
Rektor juga menegaskan bahwa keberadaan ITB Ichsan Boalemo bukan untuk mencari keuntungan semata, melainkan menjadi lembaga yang mampu mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Proses belajar, katanya, adalah pemindahan ilmu dari dosen kepada mahasiswa dengan tujuan agar mahasiswa menjadi terampil, mahir, dan mampu menguasai bidang yang dipelajarinya.
“Definisi belajar itu adalah proses perpindahan ilmu dari dosen ke mahasiswa dengan tujuan menghasilkan keterampilan dan kemampuan tertentu. Misalnya, untuk menjadi pemimpin, harus memiliki ilmu kepemimpinan. Maka dari itu, saya menginginkan ada perubahan nyata. Jika ada sesuatu yang belum dipahami, komunikasikan dengan dosen,” imbuhnya.
Selain itu, Rektor juga mengingatkan pentingnya memahami aturan akademik, salah satunya terkait pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS). Dokumen ini berfungsi sebagai rencana studi mahasiswa selama satu semester, memuat daftar mata kuliah, jumlah SKS, serta jadwal perkuliahan.
“KRS menjadi bukti bahwa mahasiswa aktif dan berhak mengikuti perkuliahan. KRS juga menjadi panduan bagi mahasiswa dan dosen wali untuk memastikan rencana studi sesuai tujuan akademik dan terhindar dari bentrok jadwal,” terang Rektor.
Menutup sambutannya, Rektor kembali menekankan bahwa menuntut ilmu di ITB Ichsan Boalemo harus dijalani dengan sungguh-sungguh. “Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita datang di kampus ini tidak main-main. Kita benar-benar menambah ilmu. Kami hanya manusia biasa yang bisa memberikan ilmu kami kepada mahasiswa. Terakhir, saya sangat menginginkan mahasiswa ITB ini harus ada perubahan. Kalian harus sarjana,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga berinteraksi dengan mahasiswa baru dengan menanyakan asal daerah mereka. Sejumlah mahasiswa mengangkat tangan dan diketahui bahwa banyak yang berasal dari luar Kabupaten Boalemo, seperti dari Kecamatan Boliyohuto dan Bilato. Sementara dari Boalemo sendiri, ada yang datang dari Kecamatan Wonosari hingga Paguyaman Pantai.
Selain aspek akademik, Rektor berpesan agar mahasiswa baru memiliki jati diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika selama menempuh pendidikan. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi informasi, pengembangan kewirausahaan, serta aspek kognitif lainnya yang diperoleh selama menempuh studi di perguruan tinggi.




