KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Warga Kampung Kairawi, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, dikejutkan dengan hilangnya meteran listrik di rumah dinas kopel guru SD YPK Syalomleka Kairawi. Pencurian tersebut dinilai sangat merugikan dunia pendidikan karena berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Minggu (28/09/2025)
Salah satu masyarakat yang hadir di lokasi mengatakan, tindakan ini mencoreng wajah kampung sendiri. Pasalnya, meteran listrik tersebut bukan milik pribadi, tetapi dipasang khusus untuk mendukung kegiatan sekolah dan kebutuhan rumah dinas guru yang sehari-hari mendampingi anak-anak dalam menimba ilmu.
“Meteran itu dipasang menggunakan dana desa, tujuannya supaya sekolah dan rumah dinas guru mendapat listrik. Kalau dicuri seperti ini, sama saja kita menghambat masa depan anak-anak kita sendiri,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus ini dan menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Menurut mereka, tindakan pencurian terhadap fasilitas pendidikan adalah perbuatan yang tidak bisa ditolerir.
Selain merugikan guru dan sekolah, pencurian ini juga menimbulkan rasa malu di kalangan masyarakat Kairawi. Sebab, perbuatan oknum tersebut dianggap sebagai bentuk tidak mendukung pembangunan desa, khususnya di bidang pendidikan.
Warga juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga aset dan fasilitas desa. Apabila setiap orang hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa memikirkan masa depan anak-anak, maka program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di kampung akan terhambat.
“Kami mau pendidikan di kampung ini maju. Tapi kalau ada oknum yang justru merusak fasilitas, bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik?” tambah warga lainnya.
Dengan kejadian ini, masyarakat meminta kerja sama semua pihak, baik aparat pemerintah, aparat keamanan, maupun warga kampung, untuk bersama-sama menjaga fasilitas sekolah. Harapannya, anak-anak di SD YPK Syalomleka Kairawi tetap bisa menikmati pendidikan yang layak dan masa depan mereka tidak terhambat oleh ulah segelintir orang.
(Niko)


