Dalam sambutannya, Bupati Thariq menegaskan makna filosofis Mopomulo sebagai dasar penting dalam setiap program pembangunan, termasuk kerja-kerja kementerian agama.
“Mopomulo juga berarti mendahulukan. Untuk mudah dipahami, bahwa menanam itu sesuatu yang harus didahulukan,” ujarnya.
Thariq menjelaskan bahwa pendekatan Mopomulo juga berkaitan dengan konsep ekoteologi.
“Kita menggunakan basis Mopomulo. Nah ekoteologis sendiri, kalau menurut saya, lebih sebagai sebuah pendekatan yang berkaitan dengan sebuah program,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam teologi terdapat unsur unit of universe atau kesatuan kealaman.
“Itu artinya bahwa alam refleksi ketauhidan. Makah program Kementerian Agama ini ada perjumpaan yang kuat dengan program di Gorontalo Utara,” jelas Bupati.
Di akhir penyampaiannya, bupati mengarahkan perhatian kepada sektor pendidikan, khususnya pengembangan Madrasah SKS.
“Oleh sebab itu, harapan saya kepada Kadis Pendidikan, dengan adanya SKS ini bagaimana ke depan sekolah-sekolah madrasah Syurga Kasih Sayang (SKS) ini kita kembangkan. Kita kasih juga anggarannya sekolah SKS,” tegasnya.
Acara pencanangan HAB ke-80 ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang unggul, religius, dan berkelanjutan untuk hidup yang lebih teratur dan beradab.
(Reporter: Opan Luawo)
(Foto Graver: Larso)


