Sulut, – Suaraindonesia1, Aksi penipuan kembali menghantui masyarakat Sulawesi Utara! Kali ini, seorang oknum anggota TNI AD berinisial Jois M, diduga melakukan penipuan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Elsit dan Fahria, hingga merugikan mereka jutaan rupiah!
Kisah pilu ini terungkap saat awak media mewawancarai keluarga korban. Dengan nada penuh kekecewaan, mereka menceritakan awal mula kejadian. Jois M, yang berprofesi sebagai anggota TNI AD, awalnya sering memperbaiki mobilnya di bengkel milik Elsit, karena Jois M memiliki bisnis rental mobil.
"Awalnya, anggota TNI AD tersebut sering memperbaiki mobilnya di bengkel kami, karena oknum anggota TNI AD tersebut mempunyai bisnis mobil rental," ujar Elsit.
Kemudian, Jois M menawarkan sebuah mobil Ayla berwarna merah kepada Elsit dengan kondisi yang kurang baik. Ia menjanjikan akan memperbaiki mobil tersebut dengan biaya dari Elsit, dan semua pengeluaran akan dicatat. Setelah sebulan berjalan dan mobil dalam proses perbaikan, Jois M meminjam uang sebesar 3,6 juta kepada Elsit dengan alasan angsuran mobil menunggak selama sebulan.
Karena merasa iba dan percaya, Elsit dan Fahria meminjamkan uang tersebut. Setelah itu, Jois M kembali menawarkan mobil Avanza Veloz dengan kondisi rusak, dan meminta Elsit untuk memperbaikinya lagi. Namun, setelah diperbaiki, Jois M terus meminta uang setoran mobil dengan berbagai alasan yang tidak jelas, dan akhirnya mobil tersebut ditarik kembali.
"Dan pada saat kami menuntut pertanggungjawaban, bahkan datang ke rumah bapak Jois tapi tidak direspon, bahkan menertawakan, saya tidak takut dengan nada mengejek," ungkap Elsit dengan nada geram.
Merasa dirugikan, Elsit dan Fahria melaporkan kejadian ini ke POMDAM (Polisi Militer Kodam) dan menuntut keadilan serta penggantian kerugian yang telah mereka alami.
Menanggapi kasus ini, Ketua Umum LSM Garda Timur Indonesia (GTI), Fikri Alkatiri, angkat bicara dan mengecam keras tindakan oknum TNI AD tersebut.
"Seharusnya hal ini bisa dibicarakan secara kekeluargaan kalau bapak Jois tahu jati dirinya sebagai oknum anggota aktif TNI yang lahir dari rakyat untuk memberikan contoh yang baik. Tapi kenapa harus seperti ini, malah merugikan pihak keluarga yang nota bene membantu pembiayaan dan setoran ke oknum tersebut," ujar Fikri.
Fikri mendesak POMDAM untuk segera memproses dan menyelidiki kasus ini secara tuntas, serta memberikan keadilan dan penggantian kerugian kepada pihak keluarga korban. Ia juga meminta agar oknum TNI AD tersebut diproses hukum jika terbukti bersalah, agar tidak mengulangi perbuatannya dan merugikan orang lain.
Masyarakat Sulawesi Utara menanti tindakan tegas dari POMDAM untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban. Jangan biarkan citra TNI tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab! Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu!






