BONE BOLANGO - SUWAWA, suaraindonesia1.com – Keputusan mengejutkan Forum Penambang Rakyat Bone Bolango mencabut gugatan terhadap PT. Gorontalo Mineral (GM) di Pengadilan Negeri Gorontalo memicu reaksi keras. Aliansi Aktivis Bela Penambang Suwawa menilai alasan "hilangnya kekompakan" yang dilontarkan pembina forum hanyalah retorika untuk menutupi ketidaksanggupan bertahan dalam jalur hukum.
Sarkasme di Balik Alasan "Semangat Redup"
Koordinator Aliansi, Rezaldath, menyentil keras pernyataan Supriadi Alaina (Haji Upik) yang menyebut nyawa perjuangan penambang telah redup.
"Lucu sekali kalau alasan pencabutan gugatan adalah karena rakyat tidak kompak. Sejak kapan pejuang sejati menyalahkan rakyatnya sendiri saat di tengah jalan? Jika forum merasa tidak dianggap lagi, pertanyaannya: memangnya selama ini apa yang sudah benar-benar dirasakan rakyat dari gerakan ini?" cetus Rezaldath dengan nada sinis.
Menurutnya, melempar kesalahan kepada rakyat adalah bentuk "cuci tangan" yang paling elegan. "Jangan sampai publik mengira ini adalah skenario 'masuk dengan gertakan, keluar dengan alasan kemanusiaan'. Kalau memang tulus untuk rakyat, satu orang pun yang mendukung, keadilan harus tetap dikejar sampai ketuk palu!"
Rakyat Bukan Penonton, Tapi Korban Janji
Di sisi lain, Yanto, anggota aliansi lainnya, menyoroti pernyataan Haji Upik yang menyebut rakyat akan menyesal dan hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
"Kami justru merasa terhina dengan narasi bahwa rakyat akan menyesal. Rakyat Suwawa sudah lama jadi penonton jauh sebelum forum ini ada. Bedanya, sekarang kami dipaksa menonton drama pencabutan gugatan yang antiklimaks," tegas Yanto.
Ia menambahkan bahwa semangat rakyat tidak pernah redup, yang ada hanyalah krisis kepercayaan terhadap mereka yang mengaku sebagai 'penyambung lidah' namun memilih membungkam suaranya sendiri di meja hijau.
Seruan Semangat Fandy Biga
Menutup pernyataan aliansi, Fandy Biga memberikan pesan pembakar semangat bagi para penambang tradisional di Suwawa dengan narasi yang menohok. Ia menegaskan bahwa gugatan di pengadilan boleh saja dicabut secara sepihak, namun hak-hak dasar rakyat atas tanah dan kekayaan alamnya tidak akan pernah bisa dihapuskan oleh selembar surat pencabutan.
Fandy mengajak seluruh penambang untuk tetap berdiri tegak dan tidak perlu gentar dengan ancaman bahwa rakyat akan menyesal di kemudian hari. Baginya, penyesalan sesungguhnya hanya milik mereka yang menyerah sebelum berperang, bukan milik rakyat yang terus bertahan meski ditinggalkan oleh organisasinya sendiri.
Ia menekankan bahwa perjuangan rakyat Suwawa jauh lebih besar daripada sekadar urusan eksistensi sebuah forum yang merasa tidak dihargai, karena ketika satu kelompok memilih padam, ribuan nyali rakyat justru akan semakin menyala untuk merebut keadilan secara mandiri.
Reporter: Jhul-Ohi






