Tolikara-Suaraindonesia1.com. Maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang merusak hutan di Tanah Papua memicu reaksi keras masyarakat lokal di wilayah perbatasan Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Mamberamo Tengah. Senin (26/01/2026)
Warga menilai negara tidak mampu memberantas aktivitas tambang liar yang belakangan semakin masif dan merusak lingkungan.
Masyarakat setempat mulai melakukan pemeriksaan di sepanjang wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut. Dari hasil patroli mandiri itu, warga menemukan sejumlah kem penambang emas ilegal yang masih aktif beroperasi di kawasan hutan.
“Kami telah menemukan beberapa kem dan penambang yang sedang bekerja. Kami langsung membubarkan mereka, dan kem mereka kami bakar,” ujar Meyani Pagawak kepada wartawan.
Pagawak juga menyampaikan ultimatum tegas kepada para pemilik alat berat yang masih berada di dalam kawasan tambang ilegal tersebut. Ia meminta agar seluruh ekskavator dan kendaraan segera dikeluarkan dari wilayah perbatasan Tolikara dan Mamberamo Tengah dalam waktu satu minggu.
“Kami minta semua ekskavator dan mobil dikeluarkan dari hutan. Jika dalam jangka waktu satu minggu tidak dikeluarkan, maka semua alat berat dan kendaraan yang masih berada di areal tambang akan kami bakar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pagawak mempertanyakan peran dan keberadaan aparat penegak hukum di wilayah Papua yang diduga sengaja membiarkan aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung. Ia menduga adanya praktik setoran dari hasil tambang kepada oknum tertentu.
“Kami sempat mengancam beberapa penambang, dan mereka mengaku bahwa setoran mereka besar kepada oknum-oknum penegak hukum, sehingga alat-alat berat bisa masuk ke hutan dan bahan makanan diantar menggunakan helikopter,” jelas Pagawak.
Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak akan mundur dalam menjaga hutan dan wilayah adat mereka di Tanah Papua. Tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk tetap mempertahankan alat berat di kawasan tersebut.
“Waktunya hanya satu minggu. Kalau tidak dikeluarkan, jangan salahkan kami masyarakat lokal Papua” tutupnya.





