GORONTALO UTARA, suaraindonesia1.com – Masyarakat Desa Ilotunggula dan Desa Tolinggula Ulu mendesak dengan tegas pihak pelaksana pekerjaan, PT/CV Nacheyla Engineering, untuk segera merampungkan pembangunan saluran air yang sangat vital bagi kebutuhan pertanian mereka. Saluran irigasi tersebut dibutuhkan segera untuk mengairi areal persawahan yang padinya telah berumur sekitar 60 hari atau dua bulan dan berada pada fase kritis memerlukan pengairan.
Kebutuhan dan kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat, TOMAS Effendy Bone. Dalam pernyataannya, Effendy Bone menekankan urgensi penyelesaian proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025-2026 tersebut, sekaligus menyuarakan kritik keras atas pelaksanaan pekerjaan yang dinilai lamban.
"Tanaman padi kami sudah ditanam dan berusia sekitar dua bulan. Ini adalah fase di mana ketersediaan air sangat menentukan hasil panen. Kami khawatir jika saluran tidak segera berfungsi, akan terjadi gagal panen yang merugikan petani," tegas Effendy Bone.
Dengan nada tegas, Effendy Bone menyampaikan kekecewaan masyarakat atas kinerja kontraktor. "Kinerja perusahaan terkesan lamban dan tidak sesuai harapan. Kepada PT/CV Nacheyla Engineering, kami sampaikan: kalau tidak mampu, berhenti saja! Kalau perlu, diganti saja dengan perusahaan lain yang lebih siap dan berkomitmen melaksanakan pekerjaan ini hingga tuntas," imbuhnya.
Lebih lanjut, Effendy Bone juga menyampaikan harapan dan ajakannya kepada seluruh instansi terkait, dalam hal ini Balai Sungai selaku penanggung jawab teknis dan pengawas proyek, serta seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung dan memastikan kelancaran program/proyek strategis ini.
"Kami meminta dukungan dan intervensi tegas dari semua pihak, terutama Balai Sungai sebagai penanggung jawab, untuk mengawal, mendorong, dan jika perlu mengambil langkah evaluasi terhadap kontraktor agar proyek yang menggunakan anggaran negara ini dapat segera diselesaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT/CV Nacheyla Engineering maupun Balai Sungai terkait desakan dan kritik keras ini. Masyarakat kedua desa berharap agar tuntutan mereka didengar dan dipenuhi untuk menyelamatkan musim tanam saat ini serta menjamin keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah tersebut.





