NABIRE – Suaraindonesia1, Sebuah pesawat udara jenis Cessna 208 B Grand Caravan milik Smart Aviation dengan nomor registrasi PK-SNS mengalami insiden pendaratan darurat di perairan Pantai Cemara, dekat ujung Bandara Douw Aturure Nabire, Kampung Karadiri I, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) siang.
Pesawat tersebut diketahui lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire sekitar pukul 12.54 WIT dengan tujuan Bandara Kaimana, membawa 11 orang penumpang, 1 orang pilot, dan 1 orang kru pesawat.
Namun, sekitar dua menit setelah lepas landas, pilot pesawat menghubungi petugas Air Traffic Control (ATC) untuk meminta izin kembali mendarat di bandara asal, lantaran diduga mengalami gangguan teknis. Petugas ATC kemudian mengarahkan pesawat untuk masuk ke jalur pendaratan Runway 17.
Saat melakukan manuver kembali menuju landasan, pesawat dilaporkan terus mengalami penurunan ketinggian dan tidak mampu mencapai runway. Akibatnya, pesawat akhirnya jatuh dan melakukan pendaratan darurat di laut di sekitar kawasan Logpond Pantai Cemara, tidak jauh dari area bandara baru.
Sekitar pukul 13.14 WIT, seluruh penumpang, pilot, dan kru pesawat berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim gabungan. Dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa, namun beberapa penumpang diduga mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Saat ini, penyebab pasti terjadinya insiden pendaratan darurat tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang terkait penerbangan. Sementara itu, proses evakuasi pesawat masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, serta petugas UPBU Bandara Douw Aturure Nabire.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab insiden, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan dan investigasi kepada instansi yang berwenang.
( Hasim Law )





