BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Aktivis Mahasiswa Serukan Konsolidasi Rakyat Wonosari Lawan Tambang Ilegal


WONOSARI, suaraindonesia1.com
— Maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Wonosari kini dinilai telah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Praktik tersebut tidak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi kelestarian alam, ruang hidup masyarakat, serta masa depan daerah.


Aktivis Mahasiswa Wonosari, Rivandi Abdullah, menegaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir aktivitas tambang ilegal berlangsung secara terang-terangan tanpa penindakan hukum yang tegas. Alat berat disebut bebas beroperasi, sementara kerusakan lingkungan terus terjadi di hadapan masyarakat.


“Ini bukan lagi persoalan kecil. Tambang ilegal di Wonosari sudah merusak lingkungan secara nyata, mengancam ruang hidup kami, dan ironisnya terkesan dibiarkan oleh Aparat,” ujar Rivandi.


Menurutnya, pembiaran terhadap praktik pertambangan ilegal sama saja dengan membiarkan kejahatan lingkungan terus berlangsung. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakadilan struktural yang harus dilawan secara kolektif.


“Jika kejahatan lingkungan dibiarkan, maka negara sedang abai terhadap tanggung jawabnya melindungi rakyat dan alam. Ini tidak boleh terus berlarut-larut,” tegasnya.


Sebagai respons atas situasi tersebut, Rivandi mengajak mahasiswa, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Wonosari untuk melakukan konsolidasi gerakan rakyat. Konsolidasi ini dipandang sebagai langkah awal untuk menghimpun kekuatan, menyatukan sikap, serta menyusun agenda perlawanan yang terorganisir terhadap praktik pertambangan ilegal.


“Konsolidasi gerakan rakyat ini penting agar perlawanan tidak sporadis. Kita butuh gerakan yang terarah, terorganisir, dan berkelanjutan untuk menghentikan tambang ilegal,” jelasnya.


Lebih lanjut, Rivandi menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menekankan bahwa para pelaku tambang ilegal harus diproses hukum tanpa pandang bulu.


“Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Pelaku tambang ilegal harus ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlindungan terhadap pelaku perusakan lingkungan,” katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi demi keberlanjutan lingkungan dan keadilan bagi generasi kami mendatang.


“Ini soal masa depan. Jika hari ini kami diam, maka anak cucu kami yang akan menanggung dampaknya. Saatnya rakyat Wonosari bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkas Rivandi.


Konsolidasi gerakan rakyat ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat Wonosari untuk menjaga lingkungan dan menolak segala bentuk praktik pertambangan ilegal yang merusak.


“Siapapun bekingannya kami akan lawan,” tutup Rivandi.


– JHUL –

« PREV
NEXT »