BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gorontalo Perlu di Evaluasi Total


GORONTALO, suaraindonesia1.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo kini menjadi trending topic di bulan suci Ramadhan. Program yang seharusnya menjadi andalan pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat justru menuai kekecewaan dari berbagai pihak.


Sejumlah menu yang disajikan dalam program tersebut menjadi bahan kritik. Banyak pihak menilai penyajian dan kualitas makanan tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional terkait standar dan mutu makanan bergizi yang dijanjikan kepada masyarakat.


Koordinator Forum Pemuda Gorontalo, Zasmin Dalanggo, menegaskan bahwa perlu ada perbaikan teknis secara menyeluruh dalam proses penyaluran dan penyajian Makan Bergizi Gratis. Ia menilai berbagai keluhan yang ramai disampaikan masyarakat di media sosial harus menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggara program.


"Harus ada perbaikan secara teknis dan berskala, baik dalam penyaluran maupun penyajian. Keluhan yang beredar di media sosial tidak boleh diabaikan. Ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas menu yang disajikan," tegas Zasmin.


Tak hanya soal kualitas menu, kritik juga diarahkan pada aspek distribusi. Zasmin menyoroti tidak adanya label informasi pada makanan yang dibagikan, sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas kandungan gizi maupun standar kelayakan konsumsi.


Lebih lanjut, ia juga menyesalkan penggunaan bahan plastik dalam penyaluran makanan. Menurutnya, hal ini berpotensi menambah persoalan sampah plastik di Gorontalo. Padahal, pemerintah sendiri sebelumnya telah mengimbau agar penggunaan bahan berbasis plastik sekali pakai dapat dikurangi.


"Program nasional justru menggunakan wadah plastik, sementara pemerintah mengimbau pengurangan sampah plastik. Ini menjadi ironi dan harus segera dibenahi," ungkapnya.


Zasmin mendesak agar segera dilakukan koordinasi dan evaluasi menyeluruh sebelum dampaknya semakin meluas, baik dari sisi kualitas makanan maupun potensi peningkatan sampah plastik di daerah.


Ia juga meminta agar seluruh pihak terkait dilibatkan secara aktif, baik dalam proses pengawasan maupun penyajian, guna memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya sebagai program peningkatan gizi anak.


Reporter: Jhul-Ohi

« PREV
NEXT »