BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

REHATLAH HARI LAHIR DAN HARI ...? ORGANISASI HIPMITORA


Kita punya hak bicara!

Ini milik kita bersama,

Luangkan waktumu 5 menit untuk membaca tulisan ini


Oleh : Abd. Mamat Bidjuni

Ketua Umum HIPMITORA Periode 2024-2025


TOMINI - BOLMONG SELATAN, suaraindonesia1.com, OPINI — HIPMITORA lahir bukan dari kemewahan. Ia lahir dari kegelisahan, dari keterbatasan, dari tekad orang - orang yang percaya bahwa organisasi adalah alat perjuangan, bukan sekedar nama, bukan sekedar logo, apalagi panggung kehormatan.


Namun hari ini saya menulis bukan hanya tentang hari lahirnya. 

Saya menulis tentang tanda - tanda hari ...?nya. Setiap regenerasi, HIPMITORA selalu berubah dan perubahan itu adalah keniscayaan zaman. Tetapi perubahan tanpa nilai adalah awal kehancuran.


Semakin organisasi ini melambung, 

semakin banyak kader yang tak punya daya tampung. 

Tak mampu memikul tanggung jawab, 

tak mampu menahan beban amanah.


Semakin canggih sistemnya, 

semakin lemah daya juangnya. 

Kader lebih lihai berbicara, 

namun gagap ketika diminta bekerja, 

lebih pandai mengeluh, 

daripada berkeringat.


Semakin modern wajah organisasinya, 

semakin ending mentalitas kadernya. 

Cepat lelah, cepat bosan, cepat mundur. 

Datang saat ramai, hilang saat sepi. 

Hadir ketika ada keuntungan, 

menghilang ketika organisasi butuh pengorbanan.


Dan yang paling berbahaya 

semakin lama, HIPMITORA mulai terkena hama. 

Hama kepentingan pribadi, 

hama ego jabatan, 

hama diam saat salah, 

namun berisik saat tak diberi uang.


Penyakit ini tak langsung membunuh. 

Ia perlahan menggorogoti. 

Membuat roda organisasi berputar, 

tapi tanpa arah, 

bergerak tapi tak maju.


Organisasi tidak mati karena kekurangan kader, 

tetapi karena kader yang kehilangan nurani. 

HIPMITORA tidak butuh banyak orang, 

ia butuh orang yang tahan diuji. 

Tidak butuh kader yang pandai berpose, 

tetapi kader yang berani berdiri saat yang lain pergi.


Jika hari ini kamu masih menyebut dirimu kader, tanyakan pada hatimu:

Apakah kau sedang membesarkan organisasi atau justru sedang menguburnya pelan - pelan?

Karena sejarah tak akan mencatat siapa yang paling lama menjabat, tetapi siapa yang tetap setia saat organisasi nyaris sekarat.


Dan suatu saat HIPMITORA benar - benar mati!

Maka biarlah kita jujur mengatakan:

Ia bukan dibunuh oleh zaman,

Melainkan ditinggalkan oleh kadernya sendiri.


– JO –

« PREV
NEXT »