GORONTALO, suaraindonesia1.com – Polemik seputar galian C di Tolinggula dinyatakan telah selesai di mata hukum. Hal ini ditegaskan langsung oleh Rahmat sebagai penanggung jawab pengambilan material batuan untuk pengerjaan irigasi di Tolinggula.
“Semua ini hanya terjadi miskomunikasi. Awalnya terjadi miskomunikasi saja, antar pemilik lahan, saya dan pihak ketiga yang mengaku siap pasang badan jika terjadi sesuatu di kemudian hari. Di sini tidak ada keterbukaan saja soal harga,” jelas Rahmat.
Lebih lanjut dijelaskannya, “Setelah saya datangi pemilik lahan dan saya jelaskan secara baik-baik pokok masalah, Alhamdulillah pemilik lahan mengerti. Jadi soal pembayaran material batuan yang saya ambil sudah saya bayarkan langsung sama pemilik lahan.”
Mengenai isu lingkungan, Rahmat memberikan klarifikasi tegas.
“Karena yang diambil batuannya bukan di sungai tapi di lokasi bekas sungai lama dan seizin pemilik lahan. Malah kami dan pemilik lahan telah membuat tanggul penahan banjir, banjir yang biasa masuk ke kebun warga dan pemilik lahan kini langsung mengalir ke sungai.”
Hal senada disampaikan oleh Aktivis Provinsi Gorontalo, Kiki Paulus, yang juga Ketua Umum DPP FKPR-RI. Kiki menjelaskan, setelah menanyakan langsung dugaan perusakan lingkungan akibat dugaan galian C, Pak Mato menerangkan bahwa pihak kecamatan, pemdes, balai sungai, dan APH setelah turun mengecek lokasi tidak ditemukan adanya pengrusakan lingkungan atau sungai.
Kiki juga menemukan bahwa aktivitas pengambilan batuan di lahan ternyata sudah seminggu lebih dihentikan akibat miskomunikasi yang terjadi.
“Namun dugaan pengrusakan sungai yang berhembus di luar ternyata tidak benar adanya. Terbukti fakta di lapangan dan sesuai apa yang telah dijelaskan oleh penanggung jawab Pak Mato bahwa pihak kecamatan, pemdes, balai sungai, dan APH tidak menemukan adanya kerusakan lingkungan seperti yang berhembus di luar,” tandas Kiki Paulus.
Sebelumnya, Rahmat menyatakan bahwa tuduhan pengrusakan sungai tidak benar. Para aktivis mengapresiasi kejujurannya dalam memberikan klarifikasi atas permasalahan ini.
Reporter: Jhul-Ohi


