GORONTALO, suaraindonesia1.com – Menyikapi beredarnya informasi terkait dugaan kasus keracunan makanan yang disebut menyebabkan meninggalnya seorang balita di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Korcam BGN Telaga Biru, Haris Suratinoyo, dengan tegas membantah kabar tersebut.
Haris menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya korban meninggal dunia tidaklah benar dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Tidak ada yang meninggal. Kondisi anak yang sempat mengalami gejala sudah membaik dan saat ini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, tinggal menunggu rekomendasi dokter," tegas Haris dalam keterangannya, Rabu 18/03/26.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, baik masyarakat maupun media, agar tidak terburu-buru dalam menyimpulkan kejadian sebelum adanya hasil resmi dari pihak berwenang. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat justru dapat memperkeruh situasi dan merugikan banyak pihak, termasuk keluarga korban, relawan, serta pihak penyelenggara program.
"Jangan coba mempelintir keadaan. Informasi yang tidak benar bisa berdampak luas dan merugikan banyak pihak. Mari kita sama-sama menunggu hasil pemeriksaan resmi dan menjaga situasi tetap kondusif," imbaunya.
Haris menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di tengah situasi yang sensitif, agar tidak menimbulkan kepanikan publik maupun stigma yang tidak berdasar terhadap pihak-pihak tertentu.
Pihak terkait saat ini masih melakukan penelusuran dan evaluasi guna memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut, serta menjamin keamanan distribusi makanan ke depannya.
Korcam BGN Telaga Biru itu pun menambahkan, bahwa hasil tes laboratorium dari rumah sakit menyatakan bahwa balita tersebut aman atau dalam keadaan sehat.
Reporter: Jhul-Ohi


