BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Indonesia Berpotensi Terdampak Perang Dagang Baru AS, Trump Luncurkan Penyelidikan Perdagangan Global


Jakarta - Suaraindonesia1, Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, memulai penyelidikan perdagangan besar yang menargetkan sejumlah mitra dagang utama dunia, termasuk China, Uni Eropa, serta lebih dari selusin negara dan ekonomi lainnya.


Penyelidikan ini dilakukan oleh Office of the United States Trade Representative dengan menggunakan dasar hukum Section 301 dari Trade Act of 1974. Fokus utama penyelidikan adalah dugaan kelebihan kapasitas manufaktur global yang dinilai memicu ketidakseimbangan perdagangan.


Langkah tersebut berpotensi memicu babak baru ketegangan dagang internasional, terutama jika pemerintah AS kembali menaikkan tarif impor terhadap produk dari China dan negara lain.


Dampak Potensial bagi Indonesia


Bagi Indonesia, situasi ini bisa membawa peluang sekaligus risiko.


Jika tarif AS terhadap produk China meningkat, rantai pasok global kemungkinan akan mengalami pergeseran. Sejumlah perusahaan multinasional dapat mencari basis produksi alternatif di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.


Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi manufaktur baru. Namun di sisi lain, ketidakpastian perdagangan global juga dapat memicu volatilitas ekspor serta perubahan kebijakan tarif dari AS terhadap produk Indonesia.


Langkah penyelidikan ini juga muncul setelah Supreme Court of the United States membatalkan sebagian tarif perdagangan yang sebelumnya diberlakukan. Pemerintahan Trump kini mencari jalur hukum baru untuk memungkinkan penerapan kembali kebijakan tarif tersebut.


Jika penyelidikan ini berujung pada kebijakan tarif baru, dinamika perdagangan global diperkirakan akan kembali memanas dan memberi dampak luas, termasuk bagi negara berkembang seperti Indonesia.

« PREV
NEXT »