BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Kasus Pengeroyokan Wartawan di Bitung Diselidiki Polisi, Pelaku Diduga Lebih dari Satu

 




SUARAINDONESIA1, Bitung - Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan kasus pengeroyokan terhadap seorang wartawan di wilayah hukum Polres Bitung. Korban diketahui bernama Andre Maurits W. Koloay, yang mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang pada Kamis (19/03/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Apela Dua, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Awalnya, korban menghadiri sebuah acara di rumah warga sekitar pukul 22.00 WITA dan sempat berbincang bersama beberapa orang, termasuk para terduga pelaku.

Namun situasi berubah sekitar pukul 03.00 WITA.
Salah satu terduga pelaku berinisial FM tiba-tiba mendatangi korban dan langsung melayangkan pukulan berulang kali ke arah wajah.

Aksi tersebut kemudian diikuti oleh pelaku lain berinisial RP.
Akibat kejadian itu, korban segera melaporkan insiden yang dialaminya ke Polsek Ranowulu.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat dengan menerima laporan resmi, serta melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melalui Kasi Humas AKP Abd Natip Anggai menyampaikan bahwa kasus tersebut sementara dalam proses penanganan.

“Kami membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan.

 Saat ini kasusnya sedang ditangani, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan, serta mengimbau semua pihak untuk bersikap kooperatif dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.

Selanjutnya, hasil penyelidikan akan digelar dalam forum gelar perkara guna menentukan langkah hukum berikutnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas, menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan, serta mengedepankan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Dengan penanganan yang cepat dan responsif, diharapkan kasus ini dapat segera menemukan titik terang serta memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

(Rom/RedSi1)
« PREV
NEXT »