BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Aktivis Bolsel Kecam Aktivitas Pertambangan dan Penyelundupan Batu Hitam di Tomini

BOLMONG SELATAN, SuaraIndonesia1.com – Aktivis asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Andika Wijaya, kembali mengecam keras aktivitas pertambangan dan penyelundupan batu hitam yang terjadi di Kecamatan Tomini. Ia menilai aparat kepolisian dan pemerintah daerah belum serius menangani permasalahan tersebut yang hingga kini belum menemukan titik terang.


Dalam pernyataannya, Andika mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera mengambil sikap tegas.


“Kami meminta pihak APH dan pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas dalam menindaklanjuti persoalan ini. Pasalnya, aktivitas pertambangan batu hitam sudah sangat meresahkan dan mengganggu stabilitas alam yang nantinya berdampak pada kondisi lingkungan,” ujar Andika.

Ia memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Menurutnya, terdapat banyak kejanggalan dalam aktivitas tersebut, baik dari sisi legalitas, izin, hingga dugaan keterlibatan mafia yang mengeruk keuntungan dari hasil pertambangan.


Lebih parah lagi, Andika menduga adanya mafia pendatang yang bukan masyarakat asli setempat.


“Jangan semena-mena di tanah kami sendiri. Kami putra daerah, dan kalian pendatang yang sudah tidak diterima di daerah seberang, lalu datang di tanah kami hanya untuk merusak, merampok, menjadi mafia dari hasil kekayaan alam di tanah adat kami sendiri,” tegasnya.

Andika mengklaim memiliki bukti kuat terkait aktivitas tambang ilegal tersebut yang diduga telah berlangsung cukup lama dengan pola kerja terorganisir, mulai dari penambangan hingga distribusi material ke luar daerah.


Oleh karena itu, Andika Wijaya secara tegas mendorong Polres Bolsel dan Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) untuk segera melakukan penindakan hukum terhadap terduga pelaku utama serta cukong-cukong dalam aktivitas pertambangan dan penyelundupan batu hitam tersebut.


— REDAKSI —

NEXT »