Usai mengikuti kegiatan, Bupati Saipul Mbuinga yang didampingi Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Pohuwato, Mery Adam, menjelaskan bahwa Rakornas kali ini berfokus pada langkah-langkah konkret menghadapi musim kemarau. Pemerintah daerah diminta aktif menyampaikan usulan strategis guna menekan potensi kekeringan di lahan pertanian, khususnya menyangkut ketersediaan air.
"Pemda diminta mengusulkan kebutuhan daerah dalam menghadapi musim kemarau, seperti pembangunan jaringan irigasi, bangunan konservasi, irigasi perpompaan, hingga irigasi perpipaan. Ini penting agar petani tidak mengalami kekurangan air saat musim kemarau," jelas Bupati.
Tak hanya membahas infrastruktur pertanian, Rakornas ini juga memperkenalkan terobosan komunikasi yang difasilitasi Kementerian Pertanian. Sebuah grup WhatsApp khusus dibentuk sebagai jembatan langsung antara Menteri Pertanian dan para kepala daerah di seluruh Indonesia. Akses bergabung diberikan melalui barcode, sehingga setiap aspirasi dan permasalahan daerah dapat tersampaikan secara cepat dan langsung.
"Melalui grup WhatsApp ini, seluruh aspirasi dan usulan daerah bisa langsung diketahui dan dibaca oleh Menteri Pertanian. Ini menjadi ruang diskusi yang sangat efektif antara kepala daerah dan kementerian," terangnya.
Bupati Saipul menilai terobosan tersebut sebagai langkah maju yang akan dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau tahun ini.
"Kami akan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk mendorong pengembangan sektor pertanian di Pohuwato, terutama dalam menghadapi musim kemarau," ujarnya.
Rakornas ini juga dihadiri Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memaparkan prakiraan musim kemarau secara komprehensif. Kehadiran BMKG dinilai penting agar setiap daerah dapat menyusun langkah antisipatif yang lebih terukur dalam menghadapi ancaman kekeringan di sektor pertanian.
"Dengan adanya informasi dari BMKG, daerah dapat lebih siap dalam mengantisipasi kekeringan melalui berbagai usulan dan program yang disiapkan," tambah Bupati.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Rakornas dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber strategis, di antaranya Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), serta dirjen terkait lainnya. Forum lintas sektor itu diharapkan mampu memperkuat sinergi nasional dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim.
(Abd)

