BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Polemik Bendungan Bulango Ulu Memanas, Destian Keluarkan Peringatan Keras ke BPN dan BWS

BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com – Polemik pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango kembali memantik sorotan tajam publik. Proyek yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut hingga kini dinilai belum menunjukkan penyelesaian yang utuh, meski klaim progres pembangunan terus disampaikan ke publik.


Sejumlah persoalan krusial masih membayangi proyek tersebut, mulai dari pembebasan lahan yang belum tuntas, ketidakjelasan administrasi pertanahan, hingga dampak sosial terhadap masyarakat terdampak yang dinilai belum diselesaikan secara adil.


Menanggapi kondisi tersebut, Destian Prasetyo menyampaikan peringatan keras kepada instansi yang terlibat langsung dalam proyek, khususnya Badan Pertanahan Provinsi Gorontalo, Badan Pertanahan Kabupaten Bone Bolango, serta Balai Wilayah Sungai (BWS).


“Ini peringatan serius. Kami minta Badan Pertanahan Provinsi Gorontalo dan Badan Pertanahan Bone Bolango tidak main-main dalam urusan pengadaan dan penyelesaian lahan. Begitu juga dengan Balai Wilayah Sungai, jangan ada kelalaian atau permainan dalam pelaksanaan proyek ini,” tegas Destian.


Ia menilai, ketidaksinkronan antara laporan progres dengan kondisi di lapangan mengindikasikan adanya persoalan yang tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, proyek strategis nasional seharusnya menjadi contoh tata kelola yang bersih dan profesional, bukan justru memunculkan polemik berkepanjangan.


“Kalau ada upaya menutup-nutupi masalah, atau bahkan indikasi manipulasi, itu sangat berbahaya. Ini proyek negara, bukan ruang untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.


Destian juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses pembangunan Bendungan Bulango Ulu. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk mendorong keterlibatan aparat penegak hukum.


“Kami tidak segan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika ada indikasi pelanggaran. Semua pihak harus bekerja sesuai aturan dan bertanggung jawab penuh,” katanya.


Selain itu, ia mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap progres pembangunan dan penggunaan anggaran proyek. Transparansi informasi kepada publik juga dinilai menjadi hal yang tidak bisa ditawar.


“Jangan sampai proyek ini hanya jadi simbol di atas kertas. Masyarakat butuh kepastian, keadilan, dan keterbukaan,” tambahnya.


Di akhir pernyataannya, Destian menegaskan bahwa Bendungan Bulango Ulu harus menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya menjadi simbol ketidakjelasan dan potensi penyimpangan.


“Sekali lagi kami ingatkan, jangan main-main dengan proyek ini. Publik mengawasi,” tutupnya.


—REDAKSI—

« PREV
NEXT »