BONE RAYA, SuaraIndonesia1.com – Kegiatan Diskusi Harian (DISHAR) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir dilaksanakan pada Jum'at, 29 Mei 2026 pukul 19.00 WITA bertempat di Desa Mootinelo, Kecamatan Bone Raya. Kegiatan tersebut mengusung tema "Peran Pelajar, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial di Tengah Masyarakat" dan berlangsung penuh antusiasme serta semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.
Kegiatan DISHAR ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen IPMBP dalam membangun budaya diskusi, memperkuat literasi, serta menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa Bone Pesisir. Di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, mahasiswa dan pelajar dituntut tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya diskusi sejak awal hingga akhir kegiatan. Kehadiran pelajar, mahasiswa, dan calon mahasiswa dari berbagai latar belakang menjadikan forum tersebut hidup dengan berbagai pandangan, pengalaman, serta gagasan yang membangun.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan OSIS dari SMK Negeri 1 Bone Raya, SMP Negeri 1 Bone Raya, dan MTS Al-Mabrur Bone Raya. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh para calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kehadiran calon mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan membangun kepedulian sosial mulai tumbuh kuat di kalangan generasi muda Bone Raya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir, Pahril Kono, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa dan pelajar merupakan kelompok intelektual muda yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan masyarakat dan daerah.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang dimiliki harus mampu memberikan dampak nyata serta menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
"Mahasiswa dan pelajar adalah harapan daerah. Ketika kita diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, maka di situlah lahir tanggung jawab untuk kembali hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat. Jangan sampai ilmu yang dimiliki hanya berhenti untuk diri sendiri," ungkap Pahril Kono di hadapan peserta diskusi.
Ia juga menyampaikan bahwa organisasi menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting bagi generasi muda dalam membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, solidaritas, serta kepedulian sosial. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjaga idealisme dan semangat pengabdian di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Lebih lanjut, Pahril Kono menekankan pentingnya budaya berpikir kritis dan budaya diskusi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia menilai bahwa diskusi bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar memahami persoalan sosial secara lebih luas dan mencari solusi bersama.
"Perubahan besar selalu lahir dari ruang-ruang diskusi kecil. Dari tempat sederhana seperti ini, lahir ide, gagasan, dan semangat untuk membangun daerah menjadi lebih baik," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir, Haikal Bakari, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa generasi muda saat ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, arus informasi, serta perubahan sosial yang cepat menuntut mahasiswa dan pelajar untuk memiliki kesiapan intelektual sekaligus kepekaan sosial.
Menurut Haikal, mahasiswa tidak boleh kehilangan arah dan identitasnya sebagai kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
"Kita harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kuat dalam kepedulian sosial. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan rasa peduli terhadap masyarakat, maka akan lahir perubahan yang nyata dan berdampak," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta, khususnya calon mahasiswa, agar mempersiapkan diri menjadi generasi yang aktif, produktif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi ketika memasuki dunia perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membawa perubahan positif dan menjaga nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi semakin hidup ketika peserta mulai menyampaikan berbagai pandangan mengenai kondisi generasi muda saat ini. Beberapa peserta menyoroti pentingnya menjaga solidaritas pelajar dan mahasiswa, meningkatkan budaya literasi, serta membangun kesadaran sosial di tengah pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Tidak sedikit peserta yang juga menyampaikan keresahan terkait minimnya ruang diskusi dan kurangnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Forum tersebut kemudian menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus aktif berkontribusi bagi daerah.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Kaderisasi Internal Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir, Aril Mahanggi, menjelaskan bahwa kegiatan DISHAR merupakan bagian dari proses kaderisasi organisasi dalam membentuk generasi muda yang aktif, progresif, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Menurutnya, kaderisasi bukan hanya membangun loyalitas terhadap organisasi, tetapi lebih dari itu, bagaimana melahirkan kader yang memiliki integritas, semangat pengabdian, serta mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.
"Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga mampu hadir membawa manfaat di tengah masyarakat. Karena nilai utama dari organisasi adalah pengabdian dan kebermanfaatan," jelas Aril Mahanggi.
Melalui kegiatan ini, Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir berharap mampu menumbuhkan semangat kepedulian sosial, memperkuat budaya literasi dan diskusi, serta membangun karakter generasi muda yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa semangat perubahan masih terus hidup di kalangan pelajar, mahasiswa, dan calon mahasiswa di Bone Raya. Dari ruang diskusi sederhana di Desa Mootinelo, lahir harapan besar akan hadirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengabdi, peduli, dan menjadi pelopor perubahan bagi masyarakat dan daerahnya. (JO)



