Jakarta, suaraindomesia1.com, Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara melalui Ketua DPD Jakarta Utara, *Chaerul Syah Hasibuan* atau yang akrab disapa Opung, melontarkan kritik keras terhadap Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional, *Uunk Din Parunggi* , yang dinilai bungkam dan tidak menghargai keberadaan insan pers.
Kemarahan Opung dipicu setelah surat resmi yang dilayangkan PWOD Jakarta Utara diduga tidak mendapat respons dari pihak BPN Jakarta Utara. Sikap diam tersebut dinilai mencederai keterbukaan informasi publik serta memperlihatkan arogansi pejabat terhadap media.
“Ini bukan sekadar surat tidak dibalas. Ini bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan organisasi pers. Kami menilai Kepala Kantor BPN Jakarta Utara alergi terhadap wartawan dan anti terhadap kontrol sosial,” tegas Opung dalam keterangannya di kawasan Koja, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).
Menurut Opung, pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi dan pengawas jalannya pelayanan publik. Namun, sikap yang diperlihatkan pihak BPN Jakarta Utara justru dianggap menunjukkan ketertutupan dan kesan seolah kebal terhadap kritik.
“Kalau pejabat publik mulai takut dan menghindar dari wartawan, publik patut bertanya: ada apa sebenarnya di dalam institusi tersebut? Jangan sampai masyarakat menilai ada persoalan yang sengaja ditutup-tutupi,” ujarnya.
PWOD Jakarta Utara menegaskan bahwa lembaga pemerintah tidak boleh anti terhadap media, terlebih mengabaikan surat resmi organisasi wartawan. Mereka meminta Kepala Kantor BPN Jakarta Utara segera memberikan klarifikasi dan menghentikan sikap yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.
“Jangan karena merasa punya jabatan lalu bisa seenaknya bungkam terhadap wartawan. Pers bukan musuh negara. Pers bekerja untuk publik,” tutup Opung.
Report, Ida ismayani



