BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Bunda Paud Kabupaten Sarolangun Hj. Rhisa Fitriah Hurmin Buka Transisi MPLS di SDN 60 Payo Lebar


Suaraindonesia1.com_Sarolangun. Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sarolangun Nyonya Hj. Rhisa Fitriah Hurmin, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) TK/PAUD SDN 60 Kabupaten Sarolangun Rabu (15/07/2026). ‎‎MPLS yang merupakan kegiatan pada awal tahun ajaran baru bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, termasuk mengenal fasilitas, tata tertib, serta budaya sekolah‎‎ Pada Tahun Ajaran 2026/2027.  


Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun, Hj. Rhisa Fitriah Hurmin mengajak para guru untuk lebih memahami pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dari PAUD hingga Sekolah Dasar (SD). Hal ini bertujuan agar siswa dapat merasa lebih nyaman saat berada di lingkungan sekolah.

‎Ia menegaskan bahwa MPLS memiliki peran penting dalam membantu anak mengenal lingkungan sekolah sejak dini.

‎Dengan demikian, peserta didik dapat beradaptasi dengan baik dan merasa aman serta percaya diri dalam mengikuti proses belajar.


‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, Drs. Arsyad, SH, M.Pd.I, melalui perwakilan Bidang Dikdas, Mu’allimin, S.Pd, menyampaikan bahwa MPLS wajib disosialisasikan di setiap satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SD. Kebijakan tersebut mengacu pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026.


‎Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Oleh karena itu, transisi ke jenjang sekolah dasar harus dirancang sebagai pengalaman yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memasuki lingkungan sekolah dengan rasa aman, percaya diri, dan penuh semangat.


‎Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun. Ke depan, diharapkan MPLS dapat semakin optimal dalam menciptakan kenyamanan, baik bagi siswa maupun guru pendamping di lingkungan sekolah. 


Djarnawi Kusuma

NEXT »