Waropen-Suaraindonesia1.com. Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Polres Waropen melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) terus melaksanakan upaya pencarian terhadap seorang korban yang hilang akibat kecelakaan speedboat di Muara Kali Obaiwa, Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen, Senin (20/07/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIT di Muara Kali Obaiwa, yang berjarak sekitar 77 kilometer dari Kampung Wapoga atau ditempuh kurang lebih 14 jam perjalanan melalui jalur sungai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat dari Kabupaten Nabire pada Senin (13/7/2026) menggunakan satu unit speedboat fiber berukuran besar bermesin tiga unit 40 PK dengan membawa muatan berupa bahan kebutuhan pokok (sembako) serta tujuh orang penumpang menuju Kampung Wapoga.
Setelah bermalam di Kampung Wapoga, rombongan kemudian berganti menggunakan dua unit speedboat fiber berukuran lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah pedalaman. Pada Selasa (14/7/2026) rombongan tiba di Kampung Otodemo sekitar pukul 18.00 WIT dan kembali bermalam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kilometer 80 pada keesokan harinya.
Saat perjalanan pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIT, salah satu speedboat mengalami gangguan pada mesin 15 PK. Di saat yang sama kondisi Sungai Wapoga sedang mengalami banjir dengan arus yang sangat deras sehingga perahu tidak dapat dikendalikan dan akhirnya terbalik di Muara Kali Obaiwa.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang penumpang atas nama Khung Kwang (Angkuan), yang bekerja sebagai juru bahasa, dilaporkan hilang dan hingga saat ini masih dalam pencarian. Sementara enam orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Hasil pendalaman sementara menunjukkan bahwa kecelakaan diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kelebihan muatan, kerusakan pada salah satu mesin 15 PK, serta kondisi sungai yang sedang banjir dengan arus yang sangat kuat.
Speedboat yang mengalami kecelakaan diketahui bernama YASONAO, dengan warna lambung putih, merah, dan hijau, milik Elia Bisai.
Korban dan penumpang yang berada di atas speedboat terdiri dari:
* Wasia Bisai (Motores)
* Musa Natanubun (Helper)
* Saul Bisai (Helper)
* Khung Kwang/Angkuan (Juru Bahasa) (Masih dalam pencarian)
* Dau Zhongliang (Karyawan)
* Wang Mingwen (Karyawan)
* Wang Mingxin (Karyawan)
Sejak 16 Juli hingga 20 Juli 2026, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Waropen, Brimob, personel Pos Polisi Wapoga, masyarakat adat, serta karyawan perusahaan telah melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran Sungai Wapoga.
Kapolres Waropen AKBP. Iip Syarif Hidayat, S.H., melalui Kasat Polairud AKP. Elton Jack Rumbiak menyampaikan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Kami bersama Tim SAR Gabungan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang. Medan yang cukup berat, tingginya debit air, dan derasnya arus sungai menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi pencarian. Namun demikian, kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga proses pencarian selesai,” ujar Kasat Polairud.
Polres Waropen juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, operator transportasi sungai, maupun perusahaan yang menggunakan transportasi air agar selalu mengutamakan aspek keselamatan pelayaran, memperhatikan kapasitas muatan, memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak, serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air sebelum melakukan perjalanan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Polres Waropen akan terus memberikan informasi perkembangan proses pencarian kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan pelayanan kepada publik.


