Waropen-Suaraindonesia1.com. Tokoh Adat Masyarakat Waropen, Derek Imbiri, menyampaikan kecaman keras atas aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Jumat (24/07/2026)
Menurut Derek, tindakan yang merenggut nyawa masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan karena mereka hanya menjalankan aktivitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Atas nama masyarakat adat Waropen, kami mengecam keras aksi keji yang telah menewaskan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo. Tindakan ini telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan, merusak rasa aman masyarakat, serta membawa duka mendalam bagi keluarga korban," tegas Derek Imbiri.
Derek meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia agar para pelaku dapat diproses secara hukum dan tidak mengulangi perbuatannya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
"Kami berharap situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa, anak-anak bisa bersekolah, para pedagang dapat mencari nafkah, dan seluruh warga dapat hidup dengan aman serta damai," ujarnya.
Derek menegaskan bahwa perdamaian merupakan harapan seluruh masyarakat Papua. Karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk menghentikan segala bentuk aksi kekerasan yang hanya menimbulkan penderitaan bagi masyarakat sipil dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.


