Biak, suaraindonesia1.com, Minggu (02 Agustus), - Setelah lebih dua dekade berpisah, dua kubu Dewan Adat Papua akhirnya kembali bersatu. Upaya penyatuan ini, mencapai puncaknya dalam suatu pertemuan di Biak, Minggu (2/8). Pertemuan yang disebut sebagai Rekonsiliasi Dewan Adat Papua Kantor Kampkey yang dipimpin Mananwir Yan Piter Yarangga dan Dewan Adat Papua Kantor Expo yang dipimpin Dominikus Sorabut, berlangsung di kediaman Mananwir Beba Yan Piet Yarangga di Sumberker, Samofa, Byak, dekat Goa Jepang.
Dari informasi publik yang diperoleh media ini, Chris Dogopia, dari Tim Kerja Rekonsiliasi, menjelaskan rangkaian prosesi, yang berlangsung sesuai tradisi. Pertama, Prosesi Mansoranda, yaitu prosesi penerimaan saat pertama kali masuk ke rumah. Kedua, prosesi Payasyos, yakni prosesi Pembersihan, sebagai ungkapan permohonan maaf dan perdamaian. Dan ketiga, prosesi Anankayame, yaitu makan bersama sebagai ungkapan sukacita dan persaudaraan.
Suasana haru terasa sepanjang prosesi adat ini. Air mata tumpah dari kedua pimpinan, juga para tokoh yang hadir tak kuasa menahan haru.
Setelah Prosesi Anankayame atau Makan Bersama, acara dilanjutkan dengan Konferensi Pers, yang intinya menyatakan DAP sudah bersatu, sehingga tidak ada lagi DAP Kantor Kampkey dan DAP Kantor Ekspo. "Dengan adanya Rekonsiliasi ini, maka tidak ada lagi dualisme DAP. Tidak ada lagi DAP kantor Ekspo dan DAP Kantor Kampkey, tidak ada lagi DAP Sorabut atau DAP Yarangga. DAP sudah bersatu," tegas Chris Dogopia, Sekretaris Tim Kerja, dalam informasi publik yang disebarkan di media sosial.
Perlu diketahui, dualisme Dewan Adat Papua (DAP) terjadi pasca Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) III di Byak, 2015 dan Konferensi Luar Biasa Masyarakat Adat Papua (KLBMAP) di Wamena , 2017. Saat itu, KBMAP III memilih dan mengukuhkan Yan Piter Yarangga sebagai Ketua Dewan Adat Papua, sedangkan KLBMAP di Wamena, memilih dan mengukuhkan Dominikus Sorabut sebagai Ketua Dewan Adat Papua.
Terhitung sejak 2015 sampai 02 Agustus 2026, sudah 10 tahun 7 bulan lamanya DAP mengalami dualisme. Waktu yang cukup lama. Kini upaya rekonsiliasi telah menunjukkan hasil yang baik. (cr)


