BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Mahasiswa UMGO Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik, Peternak Desa Limehu Antusias


KAB. GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik XXX Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Posko Desa Limehu menggelar penyuluhan bertajuk "Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Sapi dan Kesehatan Hewan" di Aula Kantor Desa Limehu, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan sebagai penunjang produktivitas peternakan.


Penyuluhan menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo, Dr. Ir. Ritha Suzzana Marwati Pombo, S.Pt., M.Si., IPM., sebagai narasumber. Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Desa Limehu yang mewakili Kepala Desa, aparatur desa, mahasiswa KKD UMGO, serta masyarakat, khususnya para peternak sapi.


Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Limehu mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKD UMGO yang menghadirkan program pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak melalui pemanfaatan limbah yang selama ini belum dikelola secara optimal.


Pada sesi penyuluhan, Dr. Ritha Suzzana Marwati Pombo menjelaskan pentingnya penerapan manajemen kesehatan hewan, mulai dari pemeliharaan yang baik, pencegahan penyakit, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia juga memaparkan tahapan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan pertanian.


Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, tim Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo bersama mahasiswa KKD UMGO memberikan layanan pemeriksaan kesehatan ternak dan pemberian vitamin secara gratis kepada sapi milik warga. Layanan ini bertujuan mendeteksi secara dini kondisi kesehatan ternak serta meminimalkan risiko penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas peternakan.


Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif para peternak selama kegiatan berlangsung. Selain mengikuti penyampaian materi, peserta juga memanfaatkan sesi diskusi untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan ternak maupun pemanfaatan limbah peternakan.


Koordinator Desa (Kordes) KKD Tematik XXX UMGO Posko Desa Limehu, Muammar Ilham S. Jasin, mengatakan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKD.


"Kami melihat Desa Limehu memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Karena itu, program yang kami laksanakan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap peternak mampu mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan ternak sebagai aset utama dalam usaha peternakan," ujarnya.

Muammar menambahkan, keberhasilan pembangunan desa memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program KKD diharapkan mampu menjadi jembatan transfer pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan potensi lokal.


"Kami berharap sinergi yang terbangun dalam kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan semata, tetapi dapat menjadi awal dari upaya pemberdayaan yang berkelanjutan. Ketika ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian, pelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat desa," katanya.

Melalui kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Pemerintah Desa Limehu, dan Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas peternak dalam mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan. Di sisi lain, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik dan peningkatan layanan kesehatan hewan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan sektor peternakan yang produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing di Desa Limehu.


Rep: JO

« PREV
NEXT »