BOLMONG SELATAN, SuaraIndonesia1.com – Momen khidmat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi pengalaman berharga bagi Regina Putri Kirana Mohamad. Siswi SMA Negeri Posigadan yang akrab disapa Egin ini dipercaya mengemban amanah sebagai pembawa baki dalam prosesi penurunan Bendera Merah Putih.
Meskipun sempat diliputi rasa gugup, gadis kelahiran Desa Pakuku Jaya, 14 April 2010, ini mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Dengan konsentrasi penuh, Regina menuntaskan setiap tahapan tugasnya hingga seluruh rangkaian prosesi penurunan bendera berakhir dengan tertib dan khidmat. Kepercayaan yang diberikan ini menjadi pengalaman signifikan dalam perjalanan hidupnya sebagai generasi muda.
"Kondisi fisik saya baik, tetapi saya sempat agak deg-degan dan gugup," ungkap Regina sebelum pelaksanaan prosesi.
Meski demikian, rasa cemas itu tidak menyurutkan semangatnya. Bersama seluruh anggota Paskibraka, Regina berhasil mengatasi kegugupan dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Sebelum pelaksanaan, Regina pun sempat memanjatkan doa dan dukungan dari berbagai pihak.
"Kepada semua pihak, saya mohon doa agar prosesi penurunan bendera sebentar bisa berjalan lancar tanpa hambatan," harapnya.
Harapan itu akhirnya terwujud. Setelah menuntaskan tugas, rasa lega dan bangga menyelimuti dirinya.
"Momen ini sebagai wujud kebanggaan bagi keluarga yang terus memberikan support kepada saya dan rasa haru akhirnya berhasil menuntaskan tugas mulia ini," ujar Regina dengan mata berbinar.
Bagi Regina, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti kepercayaan dan pengalaman berharga yang akan ia kenang. Keberhasilannya menyelesaikan tugas juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya yang senantiasa mendukung penuh perjalanannya.
Penampilan Regina menjadi salah satu cerita di balik suksesnya peringatan HUT ke-81 RI di Bolsel, membuktikan bahwa seorang pelajar dari Desa Pakuku Jaya, Kecamatan Tomini, mampu mengemban amanah negara dengan penuh dedikasi. Ia berhasil mengubah rasa gugup menjadi kebanggaan di hadapan masyarakat Bolaang Mongondow Selatan.
Rep: JO


