Manokwari, Suaraindonedia1, 03-08-2026 Melengkapi program Aksi Perubahan yang dinamakan STUPA (Semangat Transformasi Untuk Pariwisata yang Amanah) sebelumnya, maka Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kebudayan Kabupaten Manokwari, Imanuel Pangaribuan, S.Pd., M.Si, Minggu (02-08-2026), menyatakan komitmennya mendukung upaya peduli lingkungan dalam rangka memajukan sektor pariwisata lokal melalui WAYANG (Warga sayang lingkungan). Komitmen tersebut diungkapkan oleh beliau saat berdiskusi dengan Muhammad Subagyo Sugiarto, Ketua Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari sekaligus koordinator wilayah Manokwari dari Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram, usai penyerahan apresiasi kategori “Performance Terbaik” yang berhasil diraih oleh IKBY Manokwari yang menampilkan aksi
Gamelan, Karawitan, dan Tari di panggung, edukasi aksara Jawa, dan bahasa Krama Alus melalui Videotron, sedangkan di stand ada kegiatan membatik dan edukasi sejarah Mataram Islam melalui Buku Saku Budaya serta edukasi sejarah Yogyakarta Istimewa melalui Kartu Pos, dalam Festival Budaya Pesona Nusantara #2” yang diselenggarakan Manokwari City Mall tanggal 31 Juli - 02 Agustus 2026.
“Jika STUPA lebih menekankan pada demi memajukan tata kelola sektor pariwisata lokal. Maka WAYANG lebih mengedepankan pengolahan sampah an organik *(plastik) yang membutuhkan waktu 400 Tahun untuk mengurai menjadi tanah, sehingga menjadi barang bernilai ekonomis. Kita jadikan sampah yg menjadi beban lingkungan berubah menjadi pendapatan dan nilai tambah bagi masyarakat*, menambah PAD, mendorong lingkungan pariwisata yang lebih menarik, dan mengurangi beban TPA, mengingat beberapa hari kota Manokwari pernah mengalami “Darurat Asap” yang timbul akibat Pembakaran Sampah.” Jelas Subagyo.
“Program IKBY Manokwari berikutnya yang telah direncanakan adalah pengolahan sampah dengan mesin berteknologi Pirolisis *demi mewujudkan Green Economy dan Waste To Energy (WTE) sesuai Perpres No 109 Tahun 2025. Rencana proposal sudah dikirim dan komunikasi lewat akademisi maupun praktisi sudah dijalin.
Adapun yang telah menjalin komunikasi secara intensif dengan IKBY Manokwari adalah Renol Energy selaku praktisi ( Prof. Mulya Gusman sebagai Akademisi ) dan Prof. Indang Dewata selaku Ka.PPKLH dari Universitas Negeri Padang*. Untuk itu IKBY Manokwari siap menjadi paguyuban nusantara pertama di Manokwari yang menjadi agen perubahan lingkungan *serta menjadi Training Center Of Waste* melalui penyiapan lahan untuk lokasi penempatan mesin Pirolisis dan pelatihan aktivis untuk mengoperasikan mesin tersebut.
Adapun rencana ini bisa terealisasi jika adanya realisasi anggaran dari Pemerintah terkait yang digunakan untuk pengadaan alat dan pelatihan. Setelah proses pengadaan mesin berteknologi pirolisis, pelatihan operator, maka kami juga rencanakan adanya Bank Sampah dan Koperasi Sampah," ujar Subagyo, Ketua IKBY Manokwari, Senin (03-0802026) melalui sambungan WhatsApp. (cr)


