SERUI-Suaraindonesia1.com. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Papua di panggung internasional. Dua tim siswa SMP Sekolah Kristen Kasih Bangsa (SKKB) Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, berhasil meraih Gold Medal (medali emas) dalam ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
Kedua tim tersebut telah kembali ke Kabupaten Kepulauan Yapen pada Sabtu, 26 September 2026, setelah mengikuti kompetisi inovasi tingkat dunia yang berlangsung pada 20–23 September 2026 di SEGi University, Kota Damansara, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.
Prestasi tersebut diraih melalui penelitian mengenai potensi rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Yapen.
Kepala SMP Kristen Kasih Bangsa Shelvien Asthika Baan, S.Pd mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani para siswa selama kurang lebih enam bulan.
“Kami sangat bersyukur karena anak-anak boleh melewati proses yang begitu panjang. Mereka mulai diseleksi sejak Maret dan kemudian menjalani penelitian hingga terbentuk dua tim,” ujar Shelvien.
Menurutnya, selama proses penelitian para siswa dituntut aktif membaca berbagai jurnal, menemukan ide penelitian, hingga menggali potensi sumber daya alam yang ada di Yapen.
Hal itu dilakukan bukan hanya untuk menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memperkenalkan Yapen kepada dunia.
“Kerinduan kami adalah supaya orang-orang di luar sana tahu bahwa Yapen itu ada, dan anak-anak Yapen juga mampu bersaing dengan anak-anak dari kota-kota besar,” katanya.
Dua tim SKKB sama-sama mengangkat Kappaphycus alvarezii, yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai Eucheuma cottonii. Namun, berdasarkan kajian jurnal ilmiah yang dilakukan siswa, nama ilmiah tersebut telah berubah menjadi Kappaphycus alvarezii.
Tim pertama yang diketuai Gilberd N.H. Numberi meneliti potensi rumput laut tersebut dalam kaitannya dengan pencegahan penyakit kardiovaskular. Tim ini berlaga pada kategori Environmental Science.
Sementara tim kedua yang diketuai Rex H.L. Wemaf mengangkat potensi Kappaphycus alvarezii untuk pencegahan kanker kolon atau kanker usus besar dan berkompetisi dalam kategori Innovative Social Science.
Keduanya berhasil membawa pulang medali emas dari kategori masing-masing.
Shelvien Asthika Baan, S.Pd juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu proses penelitian siswa, termasuk RSUD Serui, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, serta dokter hewan Viki.
Dukungan juga datang dari para pembimbing di Surabaya, termasuk Profesor Wilinyanto dan Budi, yang turut membantu memberikan pendampingan selama proses penelitian.
SMP Kristen Kasih Bangsa mengirimkan delapan siswa yang terbagi dalam dua tim.
Tim Environmental Science terdiri dari:
Novira F. Parinding
Gabriella P.J. Kaiwai
Gilbert N.H. Numberi
Alfa George Dawir
Sedangkan Tim Innovative Social Science terdiri dari:
Deserluta L. Ayomi
Helena B. Birahy
Rex H.L. Wemaf
Hugo S. Numberi
Salah satu anggota tim, Gilberd N.H. Numberi, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama berada di Malaysia.
Ia mengatakan, selain mengikuti kompetisi, dirinya berkesempatan bertemu peserta dari berbagai daerah dan belajar bersama para profesor dari sejumlah universitas.
“Kami bertemu teman-teman baru dari berbagai kota dan bisa belajar bersama para profesor. Kami juga belajar bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di depan para profesor,” ujar Gilberd.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru, orang tua, dan teman-teman yang terus memberikan dukungan selama proses penelitian hingga mengikuti kompetisi di Malaysia.
Prestasi dua tim siswa SKKB Serui ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi akademik dan inovasi anak-anak dari daerah dapat tampil dan bersaing di tingkat internasional, sekaligus membawa nama Kabupaten Kepulauan Yapen dan Papua ke panggung dunia.


