Waropen-Suaraindonesia1.com. Polres Waropen melakukan langkah cepat dengan menggelar koordinasi dan (Pulbaket) bersama pihak keluarga besar Wonatorei/Imbiri di Kabupaten Waropen Rabu, (02/09/2026) Siang.
Kegiatan ini di pimpin Oleh Kasat Intelkam Polres Waropen Ipda. Angela Ripka Hawar, S.Sos., M.Ip., CPHR., CBA., yang di dampingi Pamapta II Polres Waropen, Ipda Hamsir, SH, serta 6 (enam) personel piket fungsi Polres Waropen.
Kapolres Waropen Melalui Kasat Intelkam Polres Waropen menyampaikan bahwa Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga Wonatorei/Imbiri yang telah berkenan menerima kedatangan kami,langsung menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami, yaitu untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak keluarga terkait dengan permasalahan pemalangan yang terjadi di SMP Negeri Khemon Jaya.
Kami memahami bahwa pemalangan ini dilakukan karena adanya persoalan yang sampai saat ini belum mendapatkan penyelesaian, khususnya terkait dengan tuntutan hak ulayat atas tanah yang digunakan sebagai lokasi pembangunan sekolah namun demikian, kami berharap pihak keluarga dapat mempertimbangkan untuk membuka palang tersebut, mengingat SMP Negeri Khemon Jaya merupakan fasilitas pendidikan dan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar siswa/siswi. Dengan adanya pemalangan, tentunya kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu, "ujar Kasat Intel".
kami dari pihak Kepolisian datang bukan untuk mencari kesalahan ataupun memperkeruh permasalahan, tetapi untuk melakukan komunikasi secara baik dan persuasif agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan aman dan kondusif,
kami juga berharap pihak keluarga dapat berkomunikasi kembali kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi tuntutan keluarga. Sementara proses penyelesaian tersebut berjalan, kami mengharapkan agar palang dapat dibuka sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara normal "Tambah Kasat Intel".
Perwakilan Kaluarga Jefri Imbiri Menyampaikan Bahwa kami dari pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah merespons dan memberikan perhatian terhadap persoalan pemalangan SMP Negeri Khemon Jaya pada tahun 2025, kami dari pihak keluarga telah melakukan pertemuan dengan pihak Tapem dan telah menunjukkan bukti-bukti kepemilikan atau penguasaan atas lokasi tanah tersebut. Dalam pertemuan tersebut, telah ada kesepakatan terkait pembayaran tanah dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) kami dari pihak keluarga telah menerima pembayaran sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah). Selanjutnya, pihak Tapem menyampaikan bahwa sisa pembayaran sebesar Rp900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah) akan dibayarkan kemudian. Namun, sampai dengan saat ini, sisa pembayaran tersebut belum juga direalisasikan.
Namun demikian, pada prinsipnya kami dari pihak keluarga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Kami siap untuk membuka palang SMP Negeri Khemon Jaya pada hari ini, asalkan Pemerintah Daerah, dalam hal ini pihak Tapem, dapat bertemu langsung dengan kami pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan atau kesepakatan tertulis mengenai kepastian pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp900.000.000,-.
Kami hanya meminta adanya kepastian tertulis dari Pemerintah Daerah agar pihak keluarga memiliki dasar dan kepastian terkait penyelesaian pembayaran tersebut, "Ujar Jefri Imbiri"
Kami tidak mempermasalahkan kapan pembayaran tersebut akan direalisasikan, apakah tahun ini maupun tahun 2027. Yang kami minta adalah adanya kepastian dari Pemerintah Daerah melalui surat pernyataan yang jelas mengenai waktu dan mekanisme penyelesaian pembayaran kepada pihak keluarga
kami sampaikan kembali bahwa pihak keluarga pada prinsipnya siap membuka palang, dengan catatan Pemerintah Daerah, dalam hal ini pihak Tapem, dapat memberikan kepastian secara tertulis terkait penyelesaian sisa pembayaran tersebut, "Ujar Yusup Wonatorei mengakhiri penyampaian kaluarga".
Hasil dari kegiatan koordinasi dan Pulbaket ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen dan instansi teknis untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat secara legal dan adil.
Hingga saat ini, situasi di kawasan SMP Negeri Khemon Jaya terpantau aman dan terkendali. Pihak kepolisian terus mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga ketertiban serta memercayakan penyelesaian masalah ini melalui jalur musyawarah


