Manokwari, suaraindonesia1.com, Rabu (21/10),- Kolaborasi pemerintah dan pegiat literasi di Manokwari, untuk pertama kalinya menyelenggarakan Festival Literasi di Papua Barat. Festival Literasi Papua Barat yang pertama ini, terlaksana atas kolaborasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Manokwari. Festival Literasi Papua Barat dalam program Kerjasama Peningkatan Budaya Membaca dan Literasi, dilaksanakan di Gedung PKK, kompleks Kantor Gubernur Papua Barat, di Arfai, Manokwari, Senin (19/10).
Ketua Panitia Festival Literasi Program Kerjasama Peningkatan Budaya Membaca dan Literasi, Simson Dowansiba, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan kegemaran membaca, memperluas akses masyarakat terhadap sumber informasi dan pengetahuan, serta memperkuat budaya literasi di berbagai lapisan masyarakat.
"Kami menyadari, peningkatan literasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, lembaga pendidikan, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas literasi, keluarga dan seluruh elemen masyarakat," jelas Simson Dowansiba, saat menyampaikan laporan panitia. Karena itu, menurut Simson, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama, serta menghadirkan Festival Literasi sebagai ruang partisipasi, edukasi, kreatifitas dan promosi layanan perpustakaan.
Program Kerjasama dan kegiatan Festival Literasi Papua Barat ini memang ditujukan untuk para pihak dapat membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kegemaran membaca dan budaya literasi masyarakat Papua Barat. Juga bermaksud untuk memperluas jejaring kemitraan antar-lembaga; meningkatkan pemanfaatan perpustakaan dan sumber bacaan, baik tercetak maupun digital; serta mendorong pelaksanaan program literasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah ini.
Panitia penyelenggara berharap, kolaborasi ini dapat memperluas kesempatan bagian Orang Asli Papua, anak-anak, generasi muda, perempuan, masyarakat di wilayah terpencil, dan kelompok masyarakat lainnya, untuk memperoleh akses yang lebih baik terhadap bahan bacaan, informasi, pengetahuan, dan ketrampilan. (cr)


