WAROPEN-Suaraindonesia1.con. Tokoh adat Riseisayati, John Rumayomi, mengajak seluruh pemuda dan pemudi di Kabupaten Waropen untuk terus menjaga persatuan, menghormati keberagaman adat dan budaya, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kamis (22/10/2026)
John Rumayomi mengapresiasi kehadiran para pemuda yang turut mengambil bagian dalam memperingati momentum bersejarah tersebut. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadikan Sumpah Pemuda sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai panutan di tengah masyarakat, terutama dalam mempererat hubungan antarkampung, membangun semangat kekeluargaan, dan menciptakan suasana yang aman serta damai di Kabupaten Waropen.
“Pemuda harus menjadi teladan bagi masyarakat. Persatuan dan kebersamaan perlu dijaga agar generasi muda mampu membawa perubahan positif bagi daerah,” demikian pesan yang disampaikan dalam ajakan tersebut.
Sebagai tokoh adat Riseisayati, John Rumayomi menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Ia mengingatkan bahwa setiap kampung memiliki identitas, adat istiadat, dan kekayaan budaya yang patut dihormati. Perbedaan tersebut hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk membeda-bedakan atau merendahkan kelompok masyarakat lainnya.
John juga mendorong masyarakat adat Riseisayati agar terus berkembang, meningkatkan kepercayaan diri, dan tidak merasa rendah diri ketika membandingkan diri dengan wilayah Urfas maupun Waren yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak.
Menurutnya, kemajuan suatu wilayah tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penduduk, tetapi juga oleh semangat persatuan, kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta kemauan masyarakat untuk bekerja sama membangun daerah.
Karena itu, pemuda Riseisayati diharapkan mampu menjadi penggerak pelestarian budaya, peningkatan kualitas generasi muda, dan pengembangan potensi wilayah adat.
Lebih lanjut, John Rumayomi mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah adat Riseisayati, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau paham yang dapat memicu konflik dan mengganggu keamanan serta persatuan masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog, menjaga hubungan kekeluargaan, serta menyelesaikan setiap persoalan secara damai dengan menghormati hukum dan nilai-nilai adat yang berlaku.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara tokoh adat, pemuda, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan lebih baik apabila masyarakat memiliki komitmen bersama untuk menjaga stabilitas, memperkuat persaudaraan, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif.
John Rumayomi berharap momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda Waropen untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menilai bahwa pemuda merupakan bagian penting dari masa depan daerah. Oleh sebab itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, pelestarian budaya, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan kampung dan kabupaten.
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman, masyarakat adat Riseisayati diharapkan dapat terus menjaga identitas budaya sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan Kabupaten Waropen yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Persatuan adalah kekuatan, adat adalah identitas, dan pemuda adalah harapan masa depan Waropen.


