BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Tokoh Adat Waropen Ajak Pemuda Papua Jaga Persatuan, Rawat Adat, dan Bangun Kampung Damai


WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Tokoh adat Waropen, Derek Imbiri, mengajak generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan, menjaga kelestarian adat istiadat, serta berperan aktif dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman dan damai. Rabu (21/10/2026) 


Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat diskusi bertema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai.” Diskusi ini menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keharmonisan sosial, mempererat hubungan kekeluargaan, serta mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.


Menurut Derek Imbiri, persatuan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan kampung, kemudian diperkuat di tingkat distrik hingga kabupaten. Hubungan kekeluargaan serta sikap saling menghormati antarmarga atau fam menjadi landasan penting dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.


Ia juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan sebagai landasan untuk menyatukan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial.


Pemuda Harus Mengutamakan Kepentingan Bersama

Derek menegaskan bahwa semangat persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Sikap rela berkorban, kepedulian sosial, dan kesediaan membantu masyarakat tanpa mengutamakan imbalan materi merupakan bagian penting dari tanggung jawab generasi muda.


Ia mengajak para pemuda agar tidak menjadikan perbedaan suku, ras, budaya, bahasa, maupun pandangan sebagai alasan untuk memicu pertentangan. Sebaliknya, perbedaan harus dihargai sebagai bagian dari kekayaan identitas masyarakat Papua.


Menurutnya, setiap kelompok masyarakat memiliki adat dan nilai-nilai budaya yang patut dihormati. Karena itu, semangat cinta tanah air dan wawasan Nusantara perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak, identitas, dan tradisi masyarakat adat.


Bahasa Persatuan Tanpa Meninggalkan Bahasa Daerah

Lebih lanjut, Derek mengajak pemuda Kabupaten Waropen untuk mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam komunikasi lintas suku dan kelompok masyarakat, tanpa meninggalkan bahasa daerah yang menjadi identitas setiap kampung dan marga.


Pelestarian bahasa daerah, menurut pesan yang disampaikannya, merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.


Ia berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi tampil sebagai penggerak kegiatan positif, penjaga nilai-nilai adat, serta pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing.


“Sanggei Nubuai Paradoi, Satu Rasa Semua”


Semangat “Sanggei Nubuai Paradoi, satu rasa semua” menjadi pesan penting dalam ajakan tersebut. Ungkapan ini mengingatkan masyarakat akan arti kebersamaan, kesatuan hati, dan tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan kampung yang harmonis.


Pemuda diharapkan mampu menjembatani perbedaan, mempererat persaudaraan antarmarga, serta mengedepankan dialog dan musyawarah apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat.


Melalui semangat persatuan, pelestarian adat, dan kepedulian sosial, generasi muda Papua diharapkan dapat mengambil peran nyata dalam menciptakan kampung yang damai, masyarakat yang saling menghormati, serta masa depan Kabupaten Waropen yang lebih baik.


Persatuan dimulai dari kampung, adat menjadi identitas, dan pemuda adalah bagian penting dari masa depan perdamaian Papua.

NEXT »