WAJO – Suaraindonesia1, Pemerintah terus menggenjot pemerataan infrastruktur di Kabupaten Wajo guna membuka isolasi wilayah dan mendongkrak roda perekonomian masyarakat. Salah satu jalur strategis yang mendapat perhatian serius adalah peningkatan infrastruktur jalan pada ruas Paojepe – Tanete Awota sepanjang 10,40 kilometer Bina Marga yang terletak di wilayah Kecamatan Keera.
Proyek strategis ini berhasil direalisasikan melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Bina Marga. Langkah ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang selama ini mendambakan jalur transportasi yang layak dan berspesifikasi mantap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Wajo DataLPSE menyampaikan bahwa penanganan ruas jalan Paojepe – Tanete ini masuk dalam peta prioritas pembangunan daerah guna menghubungkan kawasan produksi pertanian dan perkebunan menuju pasar utama.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan anggaran dari pusat. Dengan adanya perbaikan kucuran dana IJD ini, interkoneksi antardesa di wilayah pelosok Wajo kini jauh lebih mudah diakses dan memperlancar mobilisasi hasil bumi para petani," ungkap pihak Dinas PUPRP Wajo dalam keterangan resminya.
Warga Desa Tanete dan sekitarnya menyambut antusias pengerjaan jalan tersebut. Akil Syafik, salah satu tokoh pemuda setempat, mengakui dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat sejak pengaspalan dan pembetonan jalan ini berjalan.
"Dulu jalur di sini cukup berat dilewati, apalagi kalau musim hujan. Sekarang setelah ada perbaikan jalan di kawasan Tanete Awota ini, otomatis memotong waktu tempuh kendaraan kami untuk menjual hasil panen ke kota dan menurunkan biaya operasional angkutan barang," ujar Akil Syafik.
Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat guna menuntaskan sisa-sisa jalan rusak di wilayah perbatasan kecamatan lainnya agar target Wajo terkoneksi penuh dapat segera tercapai.


