Suaraindonesia1.com _ Sarolangun. SD Negeri 68/VII Pasar Singkut Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun resmi memiliki Kepala Sekolah definitif Isbagiyo, S.Pd menggantikan Kepala Sekolah lama Efrianto, S.Pd.
Isbagiyo, S.Pd sosok yang sudah mengabdi selama 21 tahun sebagai guru ini mengaku senang dan bangga dipercaya memimpin SDN 68/VII, meski baru 3 bulan menjabat sebagai kepala sekolah, ia langsung tancap gas membenahi sekolah.
"Pertama saya senang guru gurunya ramah, mereka disiplin dan mengerti dengan tugas," ujar Isbagiyo kepada awak media SuaraIndonesia1, jum'at. 6/11/2026.
Dari SDN Sungai Dingin Kecamatan Limun. Sebelum di SD Negeri 68/VII Pasar Singkut Isbagiyo, S.Pd bertugas di SD Negeri Sungai Dingin Kecamatan Limun sebagai Pelaksana Tugas (peltu) Kepala Sekolah.
Baginya, menjadi pendidik adalah sebuah kebanggaan tersendiri, "Pengalaman paling berkesan selama menjadi pendidik itu rasanya nyaman, tenang, dan kebanggaan tersendiri untuk saya sebagai pendidik," katanya.
Visi, Pelayanan yang nyaman dan Misi, Membangun. Untuk SD Negeri 68/Pasar Singkut Isbagiyo, S.Pd mengusung visi sederhana tapi jelas Pelayanan yang Nyaman dengan misi Membangun.
Hal pertama yang ia lihat dan ingin benahi adalah lingkungan sekolah,"yang pertama ingin saya benahi itu lingkungan sekolah. Target pertama saya fokus ke penataan lingkungan," tegasnya.
Untuk meningkatkan prestasi akademik murid, Isbagiyo menyiapkan program ekstrakurikuler sebagai penggerak,"Programnya ekstrakurikuler dan drumband. Yang akan kita aktifkan Pramuka dan Drumband," jelasnya.
Soal murid yang kurang disiplin atau kurang semangat belajar, Isbagiyo memilih cara humanis: pembinaan dengan memanggil orang tua atau wali murid. Untuk mencegah murid putus sekolah atau tidak bisa baca tulis, ia punya cara khusus, "Memanggil siswa bersangkutan dan memberi tugas tambahan. Berkunjung ke rumah dan berkomunikasi ke orang tua atau wali murid," ujarnya.
Cara Isbagiyo membangun kekompakan dengan guru juga unik. Ia tidak mau ada jarak,"Tidak membedakan adanya atasan dan bawahan, saling membaur. Bekerja sama dengan komite sekolah untuk berkomunikasi," katanya.
Kepada orang tua / wali murid, ia berharap terjalin tali silaturahmi dan komunikasi yang baik untuk kemajuan murid. Isbagiyo juga memastikan pintu sekolah selalu terbuka untuk keluhan dan saran, "Tentunya pasti akan kita tanggapi sesuai dengan permasalahan dan memberi saran untuk menyelesaikan keluhan atau persoalan yang terjadi," tegasnya.
Isbagiyo tidak menutupi kendala terbesar saat ini di SD Negeri 68/VII yaitu, anggaran dan tata ruang. Namun ia tetap optimis bisa membangun perlahan bersama komite, guru, dan masyarakat.
Isbagiyo, S.Pd sangat berharap,"Saya berharap orang tua yang tinggal sekitar SD Negeri 68/VII bisa menyekolahkan anaknya di sini. Untuk masyarakat sekitar, berharap saling menjaga dan membantu demi kemajuan pendidikan di sekolah ini," pungkasnya.
Djarnawi Kusuma


