BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com – Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melaksanakan program kegiatan di SDN 1 Tilongkabila menggelar sosialisasi tiga dosa besar pendidikan pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa MBKM yang bertugas di SDN 1 Tilongkabila, dengan melibatkan tujuh orang penyelenggara, yaitu Fikriawan J. Lupoyo, Andi Mutiara, Cinta Labaso, Revalina Kasamo, Risnawati, Lirawati Harundja, dan Layla Djuma. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi mahasiswa MBKM bersama pihak sekolah dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan positif.
Dalam kegiatan tersebut, Fikriawan J. Lupoyo selaku Koordinator Sekolah (Korsek) juga bertindak sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai tiga persoalan utama yang dikenal sebagai tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi. Ketiganya merupakan persoalan serius yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, serta perkembangan peserta didik apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik.
Tanamkan Kesadaran Sejak Dini
Dalam penyampaian materi, para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, mendapatkan perlakuan yang baik, serta belajar dalam lingkungan yang menghargai perbedaan.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik. Para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami pentingnya menjaga batasan diri dan menghormati orang lain, serta tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang maupun perbedaan yang dimiliki.
Selain itu, siswa juga diingatkan agar tidak menganggap tindakan menyakiti, mengejek, mengucilkan, atau merendahkan orang lain sebagai sesuatu yang wajar hanya karena dilakukan dengan alasan bercanda.
Peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keberanian untuk berbicara dan melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila mengalami maupun mengetahui tindakan yang mengarah pada kekerasan.
Suasana Haru Warnai Penyampaian Materi
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana yang penuh perhatian dan penghayatan. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika penyampaian materi menyentuh perasaan para siswa. Beberapa siswa tampak terharu hingga meneteskan air mata saat mengikuti pesan-pesan yang disampaikan oleh pemateri.
Suasana tersebut menjadi gambaran bahwa pesan mengenai kepedulian, kasih sayang, persahabatan, dan perlindungan terhadap sesama dapat memberikan kesan mendalam bagi peserta didik.
Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap orang lain. Perkataan yang menyakitkan, perlakuan yang merendahkan, maupun tindakan diskriminatif dapat meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya saling menjaga, menghormati, dan memperlakukan teman dengan baik.
Bentuk Kontribusi Mahasiswa MBKM bagi Sekolah
Penyelenggaraan sosialisasi tiga dosa besar pendidikan ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa MBKM dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih positif dan berpihak pada kepentingan peserta didik.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas akademik, tetapi turut memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi warga sekolah.
Kolaborasi antara mahasiswa MBKM dan pihak sekolah diharapkan dapat terus memperkuat upaya pencegahan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi sejak dini.
Melalui sosialisasi ini, SDN 1 Tilongkabila berharap seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian, rasa empati, sikap saling menghargai, serta keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan.
Pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga tempat membangun karakter, menanamkan nilai kemanusiaan, dan membentuk generasi yang mampu menghargai serta melindungi satu sama lain.
SDN 1 Tilongkabila terus berupaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari tiga dosa besar pendidikan.
Rep: JO


